Trump Perintahkan Pemerintah AS Hentikan Penggunaan Anthropic, Pentagon Beri Tenggat Enam Bulan

Logo Claude Anthropic pada smartphone. Foto: Cnet
Logo Claude Anthropic pada smartphone. Foto: Cnet

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan seluruh lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi milik Anthropic (bukan “Antropis”), perusahaan AI yang dikenal lewat model Claude, di tengah memanasnya sengketa soal batas penggunaan AI untuk kepentingan keamanan nasional. Perintah itu disampaikan Trump melalui Truth Social pada 27 Februari 2026.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pemerintah AS tidak perlu lagi menggunakan teknologi Anthropic dan meminta penghentian kerja sama dilakukan segera. Ia juga menyebut Kementerian Pertahanan/Pentagon dan lembaga lain diberi waktu enam bulan untuk menyingkirkan produk Anthropic dari sistem mereka.

Trump turut mengancam akan memakai kewenangan presiden jika proses penghentian penggunaan teknologi tersebut tidak berjalan sesuai arahan. Pernyataan itu muncul setelah tenggat yang ditetapkan Pentagon kepada Anthropic berakhir tanpa kesepakatan.

Selain instruksi dari Trump, Pentagon juga menetapkan Anthropic sebagai “supply-chain risk” (risiko rantai pasok). Status ini berdampak besar karena dapat membatasi penggunaan AI Anthropic dalam kontrak yang melibatkan Pentagon dan perusahaan pertahanan AS.

Langkah tersebut menandai eskalasi konflik antara pemerintah AS dan Anthropic yang selama beberapa bulan terakhir berselisih soal batas penggunaan AI di sektor pertahanan. Inti perselisihan berkaitan dengan tuntutan Pentagon agar pembatasan penggunaan Claude dilonggarkan untuk semua penggunaan yang sah menurut hukum AS.

Di sisi lain, Anthropic tetap bersikeras meminta jaminan bahwa teknologinya tidak digunakan untuk pengawasan massal warga Amerika maupun sistem senjata otonom sepenuhnya. Perusahaan menilai klausul yang diajukan pemerintah masih membuka celah untuk mengabaikan perlindungan tersebut.

Sengketa ini menjadi sorotan karena Anthropic sebelumnya memiliki kerja sama bernilai besar dengan pemerintah AS, termasuk kontrak sekitar 200 juta dolar AS untuk pengembangan produk AI bagi militer. Reuters juga melaporkan perusahaan ini termasuk yang lebih dulu membawa model AI ke jaringan rahasia AS.

Setelah keputusan terbaru pemerintah AS, Anthropic menyatakan akan menggugat penetapan status risiko rantai pasok tersebut ke pengadilan. Hingga awal laporan Reuters, pihak perusahaan juga belum memberikan komentar rinci tambahan atas langkah Trump.

CEO Anthropic, Dario Amodei, menegaskan perusahaan tidak dapat menerima syarat yang menurut mereka bertentangan dengan prinsip keselamatan dan etika penggunaan AI. Pernyataan ini memperjelas bahwa konflik bukan hanya soal kontrak bisnis, tetapi juga menyangkut batas moral penggunaan AI dalam operasi negara.

Kontroversi ini memicu perdebatan luas di kalangan industri AI. Sejumlah pihak di Silicon Valley, termasuk tokoh dari perusahaan pesaing, disebut menyuarakan dukungan terhadap sikap Anthropic terkait perlindungan terhadap penyalahgunaan AI.

Pada saat yang sama, Elon Musk dilaporkan mendukung langkah pemerintahan Trump melalui unggahan di X. Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman mempertanyakan cara Pentagon merespons konflik tersebut, meski ia juga menilai industri AI pada dasarnya memiliki “garis merah” yang mirip terkait pengawasan dan penggunaan kekuatan mematikan tanpa kendali manusia.

Perkembangan ini diperkirakan akan menjadi preseden penting bagi hubungan pemerintah AS dengan perusahaan AI, terutama dalam isu AI militer, pengawasan domestik, dan batas penerapan teknologi di ranah keamanan nasional.

  • Tags:
  • #

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy