Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China, Apple mempercepat langkah untuk memperkuat rantai pasok semikonduktor di dalam negeri. Fokus utamanya mengarah ke Arizona, tempat TSMC membangun kompleks manufaktur chip raksasa yang menjadi salah satu proyek industri terbesar di AS saat ini.
Sekitar 30 menit dari Phoenix, kawasan gurun yang sebelumnya sunyi kini berubah menjadi pusat konstruksi besar. Di lokasi itu, puluhan crane bekerja di area sangat luas untuk membangun kompleks produksi chip yang diproyeksikan menjadi tulang punggung baru pasokan semikonduktor bagi perusahaan teknologi AS, termasuk Apple.
Apple menjadi pelanggan terbesar dari proyek tersebut. Perusahaan memanfaatkan skala pembeliannya untuk mendorong produksi chip domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok luar negeri di tengah risiko geopolitik dan perdagangan yang terus meningkat. Strategi ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat pasokan teknologi inti dari dalam negeri.
Kompleks di Phoenix dibangun oleh TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia. TSMC telah menyatakan total investasinya di AS diperkirakan mencapai US$165 miliar, termasuk beberapa pabrik wafer (fab), fasilitas pengemasan canggih, dan pusat R&D.
Pada 2025, Apple meningkatkan komitmen investasinya di Amerika Serikat menjadi US$600 miliar untuk empat tahun, yang mencakup berbagai pos belanja domestik seperti tenaga kerja, operasional, hingga penguatan jaringan pemasok.
Dalam kerangka itu, Apple juga menargetkan pembelian lebih dari 100 juta chip dari fasilitas TSMC di Phoenix. Langkah ini memang masih hanya mencakup sebagian kecil dari total kebutuhan komponen Apple secara global, tetapi tetap menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan serius membangun fondasi rantai pasok chip di AS.
Meski porsinya belum dominan, dampaknya mulai terasa. Apple disebut memperluas belanja ke pemasok domestik di berbagai negara bagian, termasuk untuk material wafer silikon, magnet tanah jarang daur ulang, hingga komponen semikonduktor lain yang menopang ekosistem produknya.
Salah satu mata rantai penting adalah GlobalWafers di Texas, yang memproduksi wafer silikon sebagai bahan dasar chip. Dukungan tidak langsung dari Apple—melalui dorongan terhadap pemasok dan mitra manufakturnya dipandang membantu memperkuat prospek investasi kapasitas produksi wafer di AS.
Apple merancang chipnya sendiri, sementara TSMC menangani proses produksi. Kolaborasi keduanya selama bertahun-tahun dinilai ikut mendorong TSMC berani berinvestasi pada teknologi proses manufaktur baru dan ekspansi kapasitas dalam skala besar.
Di Phoenix, satu fasilitas telah beroperasi, sementara pabrik berikutnya dijadwalkan menyusul dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari pengembangan bertahap. Namun, skala dan ekosistem manufaktur di AS masih belum menyaingi basis utama TSMC di Taiwan, yang tetap menjadi pusat produksi terbesar dan paling matang.
Dari sisi teknologi, chip paling mutakhir TSMC dengan proses 2 nanometer masih diproduksi di Taiwan. Sementara itu, fasilitas Phoenix saat ini memproduksi chip pada proses 4 nm dan 5 nm, yang tetap relevan untuk banyak komponen elektronik modern meski bukan yang paling canggih.
Ini penting bagi Apple karena satu perangkat seperti iPhone atau Mac tidak hanya memakai satu chip utama, melainkan banyak chip lain yang menggunakan proses manufaktur generasi sebelumnya termasuk beberapa komponen pendukung AI dan manajemen daya.
Tak jauh dari kompleks TSMC, Amkor Technology juga membangun fasilitas pengemasan chip di Arizona dengan dukungan Apple. Kehadiran fasilitas ini penting karena tahap pengemasan dan pengujian merupakan bagian krusial sebelum chip dikirim ke jalur perakitan perangkat.
Di sisi lain, Apple juga memperluas kapasitas manufaktur tertentu di AS, termasuk perakitan Mac mini di Houston bersama Foxconn. Namun, ekspansi ini tidak berarti Apple akan segera memindahkan perakitan iPhone ke Amerika Serikat.
Sejauh ini, Apple masih memilih pendekatan bertahap: memperkuat komponen strategis, silikon, dan bagian rantai pasok bernilai tinggi terlebih dahulu, sambil menjaga efisiensi produksi global untuk produk dengan volume sangat besar seperti iPhone.
Langkah ini menunjukkan bahwa “taruhan baru” Apple bukan sekadar memindahkan pabrik, melainkan membangun fondasi jangka panjang untuk inovasi dan ketahanan rantai pasok—terutama pada komponen yang akan menentukan daya saing produk di era AI dan persaingan geopolitik yang makin ketat.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy