Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) menyatakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un diduga telah memilih putrinya, Kim Ju-ae, sebagai calon penerus kepemimpinan di Pyongyang. Informasi tersebut disampaikan dalam sesi tertutup kepada anggota parlemen Korea Selatan pada 12 Februari.
Menurut laporan yang diungkapkan kepada media setelah pertemuan itu, NIS menilai posisi Kim Ju-ae semakin menonjol dalam berbagai acara resmi negara. Kemunculannya yang konsisten di samping sang ayah dianggap sebagai sinyal kuat arah suksesi di Korea Utara.
Senator Lee Seong-kwen menjelaskan bahwa sebelumnya badan intelijen menyebut Ju-ae “sedang dipersiapkan” sebagai penerus. Namun kini, statusnya dinilai telah meningkat menjadi “penerus yang ditunjuk” berdasarkan pola kemunculan dan peran publiknya.
Peran Ju-ae yang Semakin Terlihat
Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Ju-ae sering tampil dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Ia terlihat hadir dalam peringatan berdirinya militer Korea Utara hingga kunjungan ke Istana Surya Kumsusan, tempat peristirahatan terakhir para pemimpin sebelumnya.
Lee juga menyebut NIS mencatat indikasi bahwa Ju-ae mulai dilibatkan dalam pembahasan kebijakan tertentu. Hal ini memperkuat dugaan bahwa perannya bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari proses transisi kekuasaan.
Anggota parlemen Park Sun-won menambahkan bahwa dalam praktiknya, Ju-ae kerap dipandang sebagai figur “nomor dua” di sejumlah acara penting. Kehadirannya saat peluncuran kapal perusak di Nampo pada April 2025 menjadi salah satu momen yang banyak disorot media internasional.
NIS juga menyatakan akan terus memantau apakah Kim Ju-ae menghadiri kongres Partai Pekerja Korea yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Kongres ini merupakan agenda politik terbesar di Korea Utara dan biasanya digelar setiap lima tahun.
Dalam forum tersebut, pemerintah mengumumkan arah kebijakan nasional untuk periode lima tahun mendatang. Jika Ju-ae tampil menonjol dalam acara itu, spekulasi mengenai suksesi dinilai akan semakin kuat.
Pengamat menilai kemunculan Ju-ae di panggung politik utama dapat menjadi pesan simbolis tentang kesinambungan kepemimpinan dinasti Kim.
Latar Belakang Kim Ju-ae
Kim Ju-ae diyakini lahir pada 2012 dan merupakan putri kedua Kim Jong-un dan Ri Sol-ju. Identitasnya pertama kali diperkenalkan kepada publik pada November 2022, ketika media pemerintah Korea Utara menampilkan fotonya secara resmi.
Sejak saat itu, Ju-ae semakin sering muncul dalam pemberitaan media negara. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan disebut dengan istilah “pemimpin besar”, gelar yang biasanya dikaitkan dengan figur kepemimpinan tertinggi di negara tersebut.
Meski demikian, NIS juga menyebut adanya laporan bahwa Kim Jong-un memiliki putra yang lebih tua. Namun hingga kini, Pyongyang belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar tersebut.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy