Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Komandan Skadron Udara 11

Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Komandan Skadron Udara 11
Danlanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Komandan Skadron Udara 11

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menghadiri serah terima jabatan Komandan Skadron Udara 11 yang digelar di Apron Shelter Skadron Udara 11, Makassar, Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan itu menjadi momentum penting dalam dinamika pembinaan organisasi TNI Angkatan Udara, terutama dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan kesiapan satuan tempur udara.

Acara sertijab dipimpin Komandan Grup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan Tamboto. Dalam prosesi tersebut, jabatan Komandan Skadron Udara 11 secara resmi diserahkan dari Letkol Pnb Dika Mahendra PK kepada Letkol Pnb Rahman Fauzi. Pergantian ini menandai babak baru dalam kepemimpinan salah satu skadron udara yang memiliki peran strategis dalam kekuatan operasional TNI AU.

Dalam sambutannya, Komandan Grup 3 Tempur menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI AU bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum seperti ini memiliki arti strategis karena berkaitan dengan kesinambungan kepemimpinan, pembinaan personel, dan upaya berkelanjutan untuk menjaga kesiapan operasional satuan. Artinya, pergantian jabatan tidak dipandang sebagai pergantian nama di papan kantor, tetapi sebagai proses regenerasi yang menyentuh arah kerja organisasi.

David Yohan Tamboto juga menyampaikan apresiasi kepada Letkol Pnb Dika Mahendra PK atas dedikasi, integritas, dan pengabdiannya selama memimpin Skadron Udara 11. Di bawah kepemimpinannya, satuan disebut berhasil menjaga kesiapan operasional, disiplin prajurit, dan semangat korps dengan baik. Penghargaan seperti ini penting karena menunjukkan bahwa pencapaian dalam organisasi militer dibangun oleh kesinambungan kerja, bukan hasil sesaat.

Kepada pejabat baru, Letkol Pnb Rahman Fauzi, ia menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang diterima. Jabatan tersebut, menurutnya, menuntut tanggung jawab besar, integritas, dan keteladanan dalam memimpin. Keyakinan bahwa Rahman Fauzi akan mampu membawa Skadron Udara 11 semakin maju juga disampaikan secara terbuka, sebagai bentuk dukungan terhadap fase kepemimpinan yang baru dimulai.

Dalam arahannya, Komandan Grup 3 Tempur menekankan pentingnya profesionalisme dan budaya safety dalam setiap pelaksanaan tugas. Standar operasional harus dijunjung tinggi, disiplin harus dijaga, dan budaya keselamatan harus tumbuh secara generatif di seluruh unsur satuan. Penekanan ini menunjukkan bahwa kesiapan tempur tidak hanya diukur dari keberanian dan kemampuan teknis, tetapi juga dari kualitas budaya kerja yang melindungi personel dan alutsista.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi melalui latihan, pendidikan, dan penguasaan teknologi pertahanan yang terus berkembang. Dalam dunia militer modern, kesiapan tidak bisa hanya bertumpu pada pengalaman lama. Teknologi berubah cepat, ancaman berkembang, dan satuan yang ingin tetap relevan harus belajar terus. Di dunia pertahanan, berhenti belajar itu kadang sama bahayanya dengan salah hitung saat latihan.

Dengan hadirnya jajaran pimpinan Lanud Sultan Hasanuddin dalam acara ini, sertijab Komandan Skadron Udara 11 menjadi simbol soliditas dan kesinambungan organisasi. Pergantian komando diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas satuan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan untuk membangun skadron yang lebih siap, tangguh, dan adaptif menghadapi tugas-tugas ke depan. Momen ini menegaskan bahwa kekuatan organisasi militer selalu bertumpu pada kepemimpinan yang terus diperbarui tanpa kehilangan arah dasarnya. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy