Sampah Pasar Kopro Dibersihkan Bertahap Saat Kuota Bantar Gebang Masih Dibatasi

Sampah Pasar Kopro Dibersihkan Bertahap Saat Kuota Bantar Gebang Masih Dibatasi
Sampah Pasar Kopro Dibersihkan Bertahap Saat Kuota Bantar Gebang Masih Dibatasi

Penanganan tumpukan sampah di sekitar area Pasar Kopro, Tanjung Duren Selatan, akhirnya dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, kelurahan, dan unsur Gulkarmat. Operasi pembersihan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026, setelah lokasi itu sempat menjadi sorotan karena sampah menumpuk cukup lama dan mengganggu lingkungan sekitar.

Kasudis LH Jakarta Barat, Achmad Hariadi, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan dengan menurunkan satu alat berat pengeruk dan tiga truk berkapasitas besar. Langkah ini dipilih agar pengangkutan dapat dilakukan lebih cepat dan masalah di titik tersebut segera tertangani. Menurutnya, tumpukan yang dibersihkan berada di luar area pasar, bukan di dalam pasar, sehingga kondisi bagian dalam pasar tetap relatif steril.

Meski pengangkutan akhirnya dilakukan, Hariadi menjelaskan bahwa penumpukan sebelumnya bukan berarti sampah diabaikan. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembatasan kuota pembuangan sampah ke Bantar Gebang yang masih diberlakukan pasca longsor di TPST pada 8 Maret 2026. Dengan pembatasan itu, pengangkutan sampah dari Jakarta Barat tidak bisa dilakukan secara simultan di semua titik seperti biasanya.

Dalam situasi tersebut, Sudin LH harus melakukan prioritas pengangkutan. Jalan-jalan protokol menjadi titik yang lebih dulu ditangani, sedangkan kawasan sekitar Pasar Kopro masuk ke jalur pelayanan truk arm roll berkapasitas kecil. Akibatnya, pengangkutan di lokasi itu berjalan lebih lambat daripada yang diharapkan warga dan pedagang. Jadi masalahnya bukan petugas lupa, melainkan sistemnya memang lagi harus pilih-pilih titik yang paling mendesak.

Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji, menambahkan bahwa penanganan sampah di lokasi dilakukan secara bertahap oleh petugas PPSU dan LH. Menurutnya, pengangkutan mulai diintensifkan kembali setelah kondisi operasional berangsur membaik. Selain pembersihan, pemerintah setempat juga menata ulang titik penampungan sementara agar sampah tidak kembali meluber sampai ke badan jalan.

Penataan titik penampungan ini penting karena luapan sampah di kawasan padat tidak hanya menimbulkan persoalan visual dan bau, tetapi juga berdampak pada kelancaran lalu lintas dan kenyamanan aktivitas warga sekitar. Jika tidak diatur ulang, lokasi yang sama bisa dengan cepat kembali penuh, apalagi saat ritme pengangkutan masih belum sepenuhnya normal.

Menurut keterangan dari kelurahan, kondisi sampah di kawasan tersebut berangsur membaik hingga pada Selasa sore dinyatakan telah tertangani. Volume sampah mulai kembali normal dan lalu lintas di sekitar area pasar juga disebut lebih kondusif. Ini menjadi kabar baik bagi warga maupun pedagang yang sebelumnya cukup resah melihat sampah menumpuk dalam waktu relatif lama.

Kasus Pasar Kopro menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kota sangat rentan terganggu ketika sistem pembuangan akhir mengalami masalah. Sekali ada pembatasan di hilir, dampaknya cepat terasa di titik-titik sumber sampah. Karena itu, penanganan tumpukan di lapangan bukan hanya soal menambah truk, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah mampu mengatur prioritas, menjaga ritme pengangkutan, dan mencegah agar satu titik tidak terus menjadi langganan luapan sampah.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy