Panglima TNI Tinjau KRI Prabu Siliwangi-321 yang Baru Tiba dari Italia

Panglima TNI Tinjau KRI Prabu Siliwangi-321 yang Baru Tiba dari Italia
Panglima TNI Tinjau KRI Prabu Siliwangi-321 yang Baru Tiba dari Italia

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meninjau kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 26 Maret 2026. Kapal perang ini menjadi unit canggih kedua buatan Italia yang masuk memperkuat armada Indonesia setelah KRI Brawijaya-320. Kehadiran kapal tersebut menandai langkah lanjutan dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan TNI, khususnya untuk memperkuat pertahanan laut nasional.

Dalam peninjauan tersebut, Panglima TNI didampingi para kepala staf angkatan dan petinggi Kementerian Pertahanan. Momen ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menunjukkan pentingnya kedatangan kapal perang baru dalam konteks strategi pertahanan Indonesia. TNI ingin memastikan penguatan armada laut bukan sekadar penambahan jumlah kapal, melainkan peningkatan kualitas kemampuan tempur dan kesiapan operasi di wilayah perairan nasional.

KRI Prabu Siliwangi-321 memulai pelayaran perdananya dari Base Navale Della Spezia, Italia, pada 11 Februari 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang menuju Indonesia, kapal tersebut akhirnya tiba dan siap memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut. Sebelumnya, proses serah terima dan peresmian telah dilakukan di galangan kapal Muggiano, Italia, mewakili Menteri Pertahanan Republik Indonesia oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Kapal ini disebut sebagai kapal perang terbesar dan termutakhir yang saat ini dimiliki Indonesia. KRI Prabu Siliwangi-321 dilengkapi teknologi modern serta sistem persenjataan canggih yang diharapkan mampu meningkatkan postur pertahanan laut nasional. Dengan karakteristik seperti itu, kapal ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol kebanggaan, tetapi benar-benar dipersiapkan untuk mendukung tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan NKRI.

Selama pelayaran menuju Indonesia, kapal ini juga singgah di Kerajaan Maroko dan Nigeria. Di dua negara tersebut, awak kapal menjalankan kegiatan port visit serta courtesy call oleh komandan kapal bersama sejumlah perwira. Persinggahan seperti ini punya arti diplomatik sekaligus operasional, karena memperlihatkan kesiapan kapal menjalani pelayaran lintas negara sebelum resmi bergabung dalam kekuatan tempur Indonesia.

Untuk meningkatkan kesiapan tempur, KRI Prabu Siliwangi-321 juga melaksanakan structural firing meriam 127 mm pada pelayaran sea going terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia. Uji kemampuan ini menegaskan bahwa kapal tidak datang hanya sebagai aset baru yang mengilap di dermaga, tetapi sudah melalui tahapan penting untuk memastikan fungsinya siap digunakan. Dalam dunia militer, tampil gagah tentu penting, tapi kemampuan menembak dengan akurat biasanya lebih meyakinkan.

KRI Prabu Siliwangi-321 dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja. Kapal ini memiliki kemampuan manuver dan tempur tinggi, sehingga diproyeksikan memperkuat satuan kapal eskorta di bawah Komando Armada II. Penempatan tersebut memperlihatkan bahwa kapal ini akan menjadi bagian penting dalam struktur pertahanan laut Indonesia, khususnya untuk mendukung operasi pengamanan wilayah perairan yang semakin kompleks.

Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 menjadi sinyal kuat bahwa modernisasi pertahanan Indonesia terus bergerak. Dengan tambahan kapal berteknologi tinggi, TNI AL diharapkan memiliki daya tangkal yang lebih kuat sekaligus kemampuan respon yang lebih baik terhadap berbagai tantangan keamanan maritim. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguatan seperti ini bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga wilayah yang luas dan strategis. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy