Dakwah kini tidak hanya hadir di mimbar masjid atau ruang pengajian. Ketika kebiasaan masyarakat bergeser ke layar ponsel, banyak lembaga keagamaan mulai memanfaatkan media digital agar pesan Ramadan tetap dekat dengan keseharian umat.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi menyiapkan program bertajuk “Lentera Ramadan Bercahaya” yang akan tayang melalui kanal YouTube MUI Kota Sukabumi selama Ramadan 1447 Hijriyah. Program ini dirancang sebagai konten dakwah singkat yang mudah diakses masyarakat.
Rencana tersebut disampaikan dalam kunjungan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, ke Pondok Pesantren Assobariyah Cibeureum pada 18 Februari 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus membesuk Ketua Umum MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili, yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di RS Hermina.
Dalam penjelasannya, KH Ahmad Nawawi Sadili menekankan pentingnya dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menyebut “Lentera Ramadan Bercahaya” sebagai bentuk inovasi agar MUI dapat menyapa umat melalui medium yang sudah akrab dengan masyarakat, yaitu platform digital.
Secara format, program ini menampilkan dakwah dari para pengurus MUI dengan durasi sekitar 3 hingga 5 menit per episode. Durasi pendek dipilih agar pesan dapat diterima dengan mudah tanpa menghilangkan substansi, terutama bagi penonton yang menonton di sela aktivitas harian.
Penayangan dijadwalkan bertepatan dengan momen berbuka puasa dan sahur. Dengan demikian, masyarakat bisa menikmati pesan keagamaan dalam suasana yang relevan: saat menunggu azan magrib atau ketika menyiapkan diri menyambut waktu subuh.
KH Ahmad Nawawi Sadili menegaskan bahwa konten akan dibuat singkat, padat, dan menyejukkan. Tujuannya adalah menghadirkan pengingat yang membangun, bukan sekadar informasi, sehingga penonton mendapatkan bekal moral dan spiritual di dua waktu yang sangat khas dalam Ramadan.
Wakil Wali Kota Sukabumi menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai langkah MUI merupakan respons yang tepat terhadap perubahan pola komunikasi masyarakat, di mana media sosial dan platform video kini menjadi ruang pertemuan ide yang besar pengaruhnya.
Bobby Maulana juga menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif itu. Bahkan, ia menyampaikan kesediaannya untuk memberikan sambutan pada pembukaan program, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kehidupan keagamaan yang konstruktif.
Kehadiran Wakil Wali Kota dalam rangkaian silaturahmi itu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan MUI. Keduanya dipandang memiliki peran saling melengkapi: pemerintah mendukung ekosistem, sementara MUI menguatkan nilai dan pembinaan umat.
Kunjungan ditutup dengan doa bersama agar Ketua Umum MUI segera pulih dan program Ramadan berjalan lancar. Dengan “Lentera Ramadan Bercahaya”, MUI Kota Sukabumi berharap dakwah tetap hadir di ruang yang paling sering dikunjungi masyarakat saat ini: layar gawai, terutama pada waktu sahur dan berbuka.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy