Kota Tangerang kembali masuk daftar penyelenggara ajang lari nasional The Ultimate 10K Series. Rangkaian event ini untuk pertama kalinya digelar dengan konsep lintas kota, melibatkan Surabaya, Bandung, Semarang, dan Kota Tangerang sebagai tuan rumah.
Keikutsertaan Tangerang menjadi kali kedua dalam rangkaian 10K Series yang digagas Harian Kompas bersama Bank BJB. Bagi pemerintah kota, ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga penegasan bahwa ekosistem olahraga dan gaya hidup sehat di Tangerang terus dibangun secara serius.
Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono hadir dalam konferensi pers peluncuran di Senayan Avenue, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan, sekaligus menyatakan kesiapan kota dalam menyambut peserta dari berbagai daerah.
Menurut Maryono, sebuah event lari berskala besar menuntut kesiapan infrastruktur, pengamanan rute, hingga kenyamanan pelari. Ia menilai dukungan masyarakat dan komunitas olahraga di Tangerang menjadi modal penting agar pelaksanaan berlangsung aman dan tertib.
Maryono juga menekankan bahwa Tangerang 10K tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi peluang promosi kota. Rute lari bisa menjadi “panggung bergerak” yang memperkenalkan karakter Tangerang—dari penataan ruang, atmosfer kota, hingga keramahan warganya.
Karena itu, ia mengajak komunitas lari, warga, dan pelaku UMKM untuk ikut ambil bagian. UMKM dinilai bisa menghadirkan pengalaman yang lebih hidup bagi peserta, mulai dari kuliner, produk lokal, hingga layanan pendukung event yang membuat pelari betah.
Jadwal Tangerang 10K disebut direncanakan berlangsung pada 13 September 2026. Pemerintah kota mendorong persiapan dilakukan lebih awal agar kualitas event terjaga, termasuk pengaturan lalu lintas, titik medis, kebersihan area, hingga ruang interaksi peserta.
Di sisi penyelenggara, Direktur Bisnis Harian Kompas Lukminto Wibowo menjelaskan bahwa The Ultimate 10K Series dirancang agar pelari bisa merasakan pengalaman berlari di empat kota berbeda. Target partisipasi total yang dibidik mencapai sekitar 13.600 pelari untuk seluruh rangkaian.
Konsep lintas kota ini memberikan nilai tambah: pelari tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga menikmati atmosfer yang berbeda di tiap daerah. Bagi kota tuan rumah, dampaknya bisa merembet ke sektor ekonomi kreatif, perhotelan, transportasi, dan usaha kecil.
Dengan masuknya Tangerang sebagai penyelenggara, pemerintah berharap budaya hidup sehat makin mengakar dan kegiatan olahraga berskala nasional lebih sering hadir. Pada akhirnya, yang menang bukan cuma pelari di podium—tetapi juga kota yang makin bugar dan ekonomi lokal yang ikut berlari kencang.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy