Musrenbang Padang Gelugur, Bupati Pasaman Tekankan Usulan Prioritas Nagari

Musrenbang Padang Gelugur, Bupati Pasaman Tekankan Usulan Prioritas Nagari
Musrenbang Padang Gelugur, Bupati Pasaman Tekankan Usulan Prioritas Nagari

Forum perencanaan pembangunan kembali bergulir di Kabupaten Pasaman. Di Kecamatan Padang Gelugur, pemerintah daerah membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang disandingkan dengan agenda rembuk stunting, sebagai ruang menyerap aspirasi masyarakat.

Acara pembukaan dipimpin langsung Bupati Pasaman Welly Suhery dan berlangsung di aula kantor camat setempat. Sejumlah pihak hadir, mulai dari unsur pemerintah daerah, perwakilan legislatif, hingga tokoh masyarakat yang ikut membawa masukan dari lapangan.

Di antara peserta yang tercatat hadir antara lain anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Nasdem Salamat Simamora, jajaran asisten, kepala-kepala OPD, Kepala Bappeda Silfia Evayanti, camat se-Kabupaten Pasaman, serta para wali nagari se-Kecamatan Padang Gelugur.

Forum juga melibatkan unsur KUA, kepala sekolah, niniak mamak, bundo kanduang, alim ulama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran beragam elemen ini dinilai penting agar daftar usulan tidak berhenti pada kebutuhan administratif, tetapi betul-betul mewakili kebutuhan warga.

Dalam laporan yang disampaikan, Kepala Bappeda Pasaman Silfia Evayanti menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 12 Februari 2026. Fokus utamanya adalah menyusun dan merumuskan usulan pembangunan prioritas untuk tahun anggaran 2027.

Silfia menekankan, Musrenbang menjadi ruang penyelarasan dan klarifikasi atas daftar usulan nagari agar terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah di tingkat kecamatan. Ia menyebut usulan yang masuk dalam Daftar Usulan (DU) RKP Nagari harus mengarah pada sasaran prioritas, dan kemudian dikelompokkan sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah.

Dalam arahannya, Bupati Welly Suhery mengingatkan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menyebut forum ini sebagai wujud partisipasi masyarakat untuk ikut menentukan arah pembangunan, sehingga proses penyaringan usulan harus dilakukan secara teliti dan bertanggung jawab.

Bupati menginstruksikan agar usulan prioritas nagari dipertajam dengan mempertimbangkan dampak yang paling luas. Dengan keterbatasan sumber daya, skala prioritas menjadi kunci agar program yang dipilih tidak hanya “banyak”, tetapi tepat sasaran dan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh warga.

Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi lokal, seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga energi panas bumi. Harapannya, usulan dari masyarakat dapat sejalan dengan program unggulan daerah sehingga percepatan pembangunan lebih realistis dan terukur.

Di akhir agenda pembukaan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir dan aktif berkontribusi. Pemerintah berharap proses perencanaan ini tidak berhenti sebagai daftar dokumen, tetapi menjadi pijakan kerja yang terintegrasi dari nagari, kecamatan, hingga kabupaten.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy