Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diarahkan pada urusan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan mental serta spiritual masyarakat. Komitmen itu terlihat dalam kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, ke Kantor Kemenag Kolaka Utara pada Rabu, 1 April 2026.
Kehadiran pejabat Kemenag Sultra tersebut dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menilai kerja sama lintas lembaga semacam ini sangat diperlukan agar pembangunan berjalan lebih seimbang, tidak hanya maju dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter, moral, dan kehidupan sosial masyarakat.
Bupati Kolaka Utara yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dra. Ratnah, hadir dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan aksi ekoteologi berupa tabur benih ikan, pembinaan ASN, serta dialog kebangsaan. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan spiritual yang diusung bukan berdiri sendiri, tetapi dikaitkan dengan kepedulian lingkungan, pembinaan aparatur, dan penguatan wawasan kebangsaan.
Dalam sambutan tertulis bupati yang dibacakan Ratnah, ditegaskan bahwa kunjungan ini adalah langkah konkret untuk memperdalam kolaborasi dengan Kementerian Agama, khususnya dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Pemerintah daerah menyambut baik momen ini karena dinilai selaras dengan cita-cita besar menjadikan Kolaka Utara sebagai daerah yang madani, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pemkab juga menekankan bahwa peran Kementerian Agama sangat strategis, bukan sekadar mitra pelengkap. Kemenag dipandang sebagai bagian integral dari upaya membentuk masyarakat yang harmonis, toleran, dan memiliki daya saing yang kuat melalui penguatan moderasi beragama. Dalam konteks masyarakat yang majemuk, nilai toleransi dan kerukunan memang menjadi fondasi penting agar pembangunan sosial tidak mudah rapuh.
Konsep masyarakat madani yang diusung pemerintah daerah menuntut adanya keseimbangan antara pembangunan lahiriah dan pembangunan batiniah. Kemajuan ekonomi saja dinilai belum cukup jika tidak dibarengi pembentukan nilai, akhlak, dan ketahanan sosial. Karena itu, penguatan spiritual ditempatkan bukan di pinggir, melainkan di tengah arah pembangunan daerah. Biar bagaimanapun, jalan mulus dan gedung baru tetap butuh manusia yang tahu cara hidup rukun di dalamnya.
Ratnah menyampaikan bahwa dengan sinergi yang kuat, pembangunan Kolaka Utara diharapkan bergerak lebih utuh. Pemerintah percaya bahwa kemajuan ekonomi yang berkelanjutan akan lebih kokoh bila masyarakatnya juga memiliki dasar moral dan spiritual yang baik. Inilah mengapa kerja sama dengan Kemenag tidak dipahami sekadar hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang.
Melalui penguatan kolaborasi ini, Kolaka Utara ingin memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak harus selalu dimaknai sebagai proyek fisik atau angka pertumbuhan. Ada dimensi lain yang tak kalah penting, yakni pembentukan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter. Jika arah ini dijaga konsisten, maka visi daerah yang madani bukan cuma jadi slogan di podium, tetapi bisa tumbuh sebagai fondasi nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy