Huawei dan ITU Soroti Kemajuan Akses Konektivitas di MWC 2026, AI Dinilai Dorong Inklusi Digital

Huawei
Huawei

Huawei dan International Telecommunication Union (ITU) menyoroti kemajuan dalam perluasan akses konektivitas global pada forum Huawei TECH Cares di MWC Barcelona 2026. Dalam forum tersebut, para pembicara menekankan bahwa kemajuan jaringan dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar untuk mendorong inklusi digital, meski kesenjangan akses dan keterampilan masih menjadi tantangan utama.

Direktur Biro Pengembangan Telekomunikasi ITU, Cosmas Zavazava, menilai kesenjangan digital tetap menjadi salah satu tantangan besar saat dunia memasuki pertengahan perjalanan menuju target Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Menurutnya, era AI menghadirkan peluang transformasional, tetapi manfaatnya hanya bisa dirasakan jika masyarakat benar-benar memiliki akses dan mampu menggunakan konektivitas secara bermakna.

Data yang disorot dalam forum menunjukkan jumlah penduduk dunia yang belum terhubung turun dari sekitar 2,6 miliar pada 2023 menjadi 2,2 miliar pada November 2025. Meski ada kemajuan, perbedaan antarwilayah masih lebar, terutama di negara berkembang dan kawasan yang konektivitasnya belum stabil.

Huawei menilai bahwa akses internet saja tidak cukup. Jeff Wang, President of Public Affairs and Communications Huawei, menekankan pentingnya pemberdayaan keterampilan digital sebagai pilar kedua inklusi digital. Ia menyebut sekitar 44% masyarakat di Eropa dan kawasan maju lainnya masih belum memiliki keterampilan digital dasar, sementara di sebagian wilayah berkembang seperti Sub-Sahara Afrika, angkanya bahkan lebih rendah lagi.

Pandangan serupa juga muncul dari pembicara lain di forum, termasuk yang menyoroti bahwa tanpa kemampuan menggunakan teknologi, akses internet berisiko tidak menghasilkan dampak sosial-ekonomi yang optimal. Dalam konteks ini, AI dipandang bisa menjadi pendorong, tetapi juga berpotensi memperlebar jarak jika tidak diiringi pemerataan kapasitas manusia.

Pada forum yang sama, Huawei mengumumkan telah melampaui target komitmennya di bawah program ITU Partner2Connect (P2C) Digital Coalition. Perusahaan menyatakan telah membantu menyediakan konektivitas digital bagi 170 juta orang di wilayah terpencil di lebih dari 80 negara hingga akhir 2025. Angka ini melampaui target yang sebelumnya ditetapkan Huawei, yakni menghubungkan 120 juta orang pada 2025.

Sebagai perbandingan, Huawei menyebut capaian tersebut naik signifikan dari sekitar 90 juta orang pada akhir 2023. Perusahaan menilai peningkatan ini didorong oleh kolaborasi dengan operator, pelanggan telekomunikasi, pemerintah, dan mitra internasional.

Huawei juga memaparkan berbagai inisiatif yang mendukung target tersebut, termasuk pengembangan solusi jaringan pedesaan dan program pelatihan keterampilan digital.

Salah satu program yang kembali disorot adalah Skills on Wheels, yang diluncurkan sejak 2019. Program ini mengubah kontainer dan bus menjadi ruang kelas bergerak yang dilengkapi perangkat seperti Wi-Fi, laptop, layar pintar, dan materi pelatihan. Hingga kini, program tersebut diklaim telah menjangkau lebih dari 130.000 orang di 21 negara.

Forum TECH Cares juga menghadirkan pembahasan lintas sektor tentang praktik inklusi digital, termasuk peran operator, organisasi internasional, dan lembaga pendidikan. Agenda acara menempatkan sesi Huawei–ITU dan pembahasan “Skills on Wheels” sebagai bagian utama dari rangkaian diskusi di Barcelona.

Secara keseluruhan, pesan utama yang mengemuka adalah bahwa perluasan konektivitas, keterjangkauan perangkat, dan pemanfaatan AI perlu berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan digital. Tanpa itu, kemajuan teknologi berisiko hanya mempercepat mereka yang sudah siap, sementara kelompok rentan tetap tertinggal.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy