Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat menyiapkan pengamanan lalu lintas khusus untuk mengantisipasi kepadatan saat perayaan Cap Go Meh 2026 di kawasan Pancoran China Town Point, Jalan Pancoran, Pinangsia, Taman Sari. Pengaturan dilakukan sejak pagi hingga malam karena kawasan diperkirakan dipadati pengunjung.
Total 80 personel dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi kegiatan. Penempatan petugas difokuskan pada titik-titik rawan hambatan, terutama akses masuk dan keluar Jalan Pancoran yang menjadi jalur utama menuju area perayaan dan pusat aktivitas perdagangan sekitar Glodok.
Kasi Ops Sudis Perhubungan Jakarta Barat, Agus Prasetiyo, menjelaskan bahwa personel dibagi ke dalam dua shift agar pengawasan berlangsung berkelanjutan. Shift pertama bertugas pukul 08.00–14.00, sedangkan shift kedua berlangsung pukul 13.30–19.00. Masing-masing diperkuat 40 petugas.
Skema ini dibuat agar pengaturan tetap optimal pada jam-jam sibuk, termasuk saat arus pengunjung meningkat menjelang sore hingga malam. Dengan pembagian waktu yang saling tumpang tindih, Dishub juga menjaga transisi pergantian petugas tidak menimbulkan celah pengawasan di lapangan.
Selain personel, Sudishub Jakbar juga menyiapkan empat unit mobil derek. Armada ini disiagakan untuk menindak kendaraan yang parkir sembarangan dan berpotensi menyempitkan badan jalan. Penanganan cepat diharapkan bisa mencegah kemacetan meluas akibat parkir liar di sekitar area acara.
Kasatpel Perhubungan Kecamatan Taman Sari, Zulkifli, menambahkan bahwa sepanjang Jalan Pancoran sisi selatan tidak diperbolehkan menjadi lokasi parkir untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagai alternatif, pengunjung diarahkan menggunakan kantong parkir yang telah disiapkan untuk akses ke Pasar Glodok, Petak Enam, dan pertokoan Asemka.
Pihak perhubungan juga menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas apabila kepadatan melebihi kondisi normal. Jika Jalan Pancoran terlalu padat, kendaraan menuju kawasan Asemka atau Tambora akan dialihkan melalui Jalan Pintu Besar Selatan. Pengaturan tersebut bersifat situasional dan akan diputuskan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Zulkifli menegaskan bahwa jalur yang dalam kondisi normal lebih banyak digunakan untuk lintasan Transjakarta bisa dibuka secara khusus jika situasi membutuhkan penyesuaian. Artinya, strategi penanganan kemacetan tidak dibuat kaku, tetapi mengikuti dinamika arus kendaraan selama perayaan berlangsung.
Dengan kombinasi personel, armada derek, pengaturan parkir, dan opsi pengalihan arus, Sudishub Jakarta Barat menargetkan mobilitas selama Cap Go Meh tetap terkendali. Pendekatan ini penting agar aktivitas budaya dan ekonomi di kawasan Glodok berjalan lancar tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy