PMII Jakbar Didorong Turun ke Tomang untuk Tuntaskan Sanitasi dan ODF

PMII Jakbar Didorong Turun ke Tomang untuk Tuntaskan Sanitasi dan ODF
PMII Jakbar Didorong Turun ke Tomang untuk Tuntaskan Sanitasi dan ODF

Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai mendorong kolaborasi yang lebih konkret dengan kalangan mahasiswa untuk menyelesaikan persoalan sanitasi di wilayah Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan. Ajakan itu disampaikan langsung Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, saat menerima audiensi pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PC PMII Jakarta Barat di ruang tamu wali kota, Kembangan, pada Rabu, 1 April 2026.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi organisasi kemahasiswaan dengan pemerintah daerah. Di dalamnya, Iin juga menyampaikan tantangan nyata kepada kader PMII Jakbar agar ikut terlibat aktif dalam program pembangunan kota. Fokus yang ia soroti adalah pencapaian status Kota Sehat melalui deklarasi Open Defecation Free atau ODF, yang berarti wilayah terbebas dari praktik buang air besar sembarangan.

Menurut Iin, dari total 56 kelurahan di Jakarta Barat, masih ada satu kelurahan yang belum mendeklarasikan ODF. Situasi ini dinilai perlu segera dituntaskan, bukan hanya dengan pembangunan fasilitas, tetapi juga lewat perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, ia mengajak PMII Jakbar untuk turun langsung ke lapangan, ikut mengedukasi warga, dan membantu menggerakkan perubahan yang lebih nyata di wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa persoalan sanitasi tidak bisa selesai hanya dengan imbauan moral. Perubahan perilaku harus ditopang infrastruktur yang memadai, terutama di kawasan padat penduduk dan daerah bantaran kali. Salah satu bentuk dukungan yang dianggap penting adalah pembangunan MCK komunal yang layak, agar masyarakat memiliki akses sanitasi yang benar-benar bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Iin bahkan mendorong mahasiswa, khususnya yang menempuh studi di bidang Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, untuk menjadikan penataan kawasan ODF sebagai topik skripsi atau tugas akhir. Gagasan ini menarik karena memperlihatkan upaya menghubungkan problem nyata di kota dengan riset akademik. Jadi kampus tidak hanya ramai teori, tetapi juga bisa ikut mengirim solusi yang benar-benar berguna di lapangan.

Dari sisi organisasi, Ketua PC PMII Jakarta Barat Ahmad Fauzi menyambut positif ajakan tersebut. Ia menyatakan kesiapan pengurus dan kader PMII untuk bersinergi dengan Pemkot Jakbar dalam mengatasi persoalan sanitasi masyarakat. Baginya, pertemuan ini bisa menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang antara dunia akademik dan pemerintah eksekutif di tingkat kota.

Pernyataan itu penting karena tantangan sanitasi di wilayah perkotaan memang sulit diselesaikan hanya oleh birokrasi. Dibutuhkan dukungan kelompok muda yang bisa masuk ke masyarakat dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan lebih cair. Dalam urusan perubahan perilaku, kadang warga lebih mudah mendengar anak muda yang datang ngobrol daripada papan imbauan yang cuma nongkrong di tembok.

Selain membahas kolaborasi sanitasi, audiensi itu juga menjadi momentum penyampaian undangan resmi dari PC PMII Jakarta Barat kepada Wali Kota untuk menghadiri pelantikan pengurus baru pada 25 April mendatang. Namun, nilai paling penting dari pertemuan ini tetap ada pada satu hal: adanya komitmen awal untuk menjadikan persoalan sanitasi sebagai kerja bersama, bukan beban pemerintah semata.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy