Wabup Fajar Aldila Apresiasi Guru Ngaji di Halal Bihalal BKPRMI

Wabup Fajar Aldila Apresiasi Guru Ngaji di Halal Bihalal BKPRMI
Wabup Fajar Aldila Apresiasi Guru Ngaji di Halal Bihalal BKPRMI

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar DPD BKPRMI bersama Kepala Unit TPA se-Kabupaten Sumedang di Aula Kantor Kementerian Agama, Jumat, 27 Maret 2026. Acara ini bukan sekadar agenda silaturahmi selepas Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang penghormatan bagi para penggerak pendidikan Al-Qur’an yang selama ini bekerja di tingkat akar rumput dengan konsistensi yang sering luput dari sorotan.

Dalam sambutannya, Fajar Aldila menyebut pertemuan tersebut sebagai momen yang sangat berarti untuk kembali menyambung hubungan, melapangkan hati, dan memperkuat kebersamaan di antara para pegiat pendidikan keagamaan. Halal bihalal dalam konteks ini diposisikan bukan hanya sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai pengingat bahwa kerja membina umat juga membutuhkan ruang bertemu, saling menguatkan, dan menyegarkan semangat.

Wabup menyampaikan apresiasi khusus kepada DPD BKPRMI Kabupaten Sumedang atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Namun penghargaan utamanya ia tujukan kepada para guru ngaji yang hadir, sekitar 250 orang, yang menurutnya telah lama mengabdikan diri dalam mendidik generasi muda melalui pembelajaran Al-Qur’an. Pengabdian mereka dianggap sangat penting, terutama di tengah perubahan zaman yang kian kompleks dan cepat.

Fajar menilai peran guru ngaji sekarang justru semakin strategis. Anak-anak dan remaja tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, nilai hidup, dan arah moral yang kuat. Dalam situasi sosial yang penuh tantangan, keberadaan guru ngaji menjadi penyangga penting agar pembangunan manusia tidak hanya berbicara soal kecakapan, tetapi juga soal karakter. Pembangunan fisik memang terlihat cepat, tetapi pembangunan akhlak biasanya kerja panjang dan tidak bisa diukur pakai meteran proyek.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang menghargai dan mendukung kerja para guru ngaji karena meyakini pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pembangunan infrastruktur dan pembangunan karakter masyarakat. Pernyataan ini memberi pesan bahwa pendidikan keagamaan tidak dipandang sebagai sektor pinggiran, melainkan bagian dari fondasi sosial yang penting untuk masa depan daerah.

Selain menyampaikan apresiasi, Fajar juga berharap kegiatan halal bihalal dapat mempererat ukhuwah, memperkuat sinergi, dan menambah semangat semua pihak dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Menurutnya, Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum membersihkan hati dan memperbaiki hubungan, baik dengan sesama manusia maupun dengan Tuhan. Dari sudut pandang itu, halal bihalal menjadi lebih dari sekadar salaman dan foto bersama.

Pesan tentang saling memaafkan juga menjadi salah satu titik penting dalam sambutannya. Fajar menyebut memaafkan memang tidak selalu mudah, tetapi justru di situlah letak kekuatan bersama. Dengan saling memaafkan, masyarakat bisa membangun kebersamaan yang lebih kokoh dan suasana sosial yang lebih harmonis. Pernyataan ini terasa relevan di tengah kehidupan publik yang sering cepat panas bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

Kehadiran wakil bupati dalam acara tersebut menunjukkan adanya pengakuan terhadap peran para guru ngaji sebagai elemen penting dalam kehidupan sosial dan moral masyarakat Sumedang. Halal bihalal BKPRMI pun menjadi bukti bahwa kerja pendidikan berbasis nilai keagamaan masih mendapat tempat yang kuat dalam agenda pembangunan daerah. Ketika pemerintah dan penggerak pendidikan agama bisa saling menguatkan, dampaknya tidak hanya terasa pada seremoni, tetapi juga pada karakter generasi yang sedang tumbuh hari ini. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy