Kue kering menjadi salah satu suguhan yang hampir selalu hadir saat Lebaran. Nastar, kastengel, putri salju, dan aneka camilan manis lain seolah punya kemampuan ajaib: satu toples dibuka, tahu-tahu isinya seperti hilang karena “angin”. Namun di balik rasanya yang menggoda, konsumsi kue lebaran berlebihan bisa membuat asupan gula, lemak, dan kalori melonjak tanpa terasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menikmati kue kering selama perayaan Idulfitri. Menurutnya, camilan manis tetap boleh disantap, tetapi jumlahnya perlu dikontrol. Ia menyarankan konsumsi ideal berada di kisaran tiga hingga lima buah per hari agar kalori harian tetap lebih terjaga.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Kue kering umumnya memiliki kandungan gula dan lemak yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan selama beberapa hari berturut-turut, risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolik dapat meningkat. Jadi, istilah “Lebaran” sebaiknya tetap jadi nama hari raya, bukan deskripsi lingkar pinggang setelah seminggu silaturahmi.
Devi juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi kue saat perut kosong. Menurutnya, pola seperti itu sebaiknya dihindari karena dapat memicu keinginan makan lebih banyak. Saat tubuh belum mendapat asupan utama, camilan manis justru bisa membuat seseorang sulit mengontrol porsi dan terus menambah tanpa sadar.
Selain jumlah kue yang dikonsumsi, masyarakat diminta memperhatikan total asupan gula harian. Gula berlebih dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika tidak diimbangi pola hidup yang baik. Dalam konteks lebaran, masalahnya sering bukan pada satu potong kue, tetapi pada akumulasi dari banyak rumah, banyak toples, dan banyak “cuma nyicip”.
Untuk membantu menekan keinginan ngemil berlebihan, Devi menyarankan agar konsumsi kue diimbangi dengan buah dan air putih. Buah mengandung serat yang dapat memberi rasa kenyang lebih lama, sementara air putih membantu menjaga kebutuhan cairan tubuh. Kombinasi ini bisa menjadi strategi sederhana agar tubuh tidak terus meminta camilan manis sepanjang hari.
Buah juga bisa menjadi alternatif yang lebih aman saat keinginan makan sesuatu muncul di sela-sela kunjungan lebaran. Dengan mengonsumsi buah terlebih dahulu, dorongan untuk langsung mengambil banyak kue dapat berkurang. Ini bukan trik sulap, memang, tetapi cukup membantu menahan tangan agar tidak otomatis pindah dari toples satu ke toples lain.
Imbauan Dinkes Depok pada dasarnya menekankan pentingnya pola makan seimbang selama hari raya. Lebaran tetap dapat dinikmati dengan nyaman tanpa harus mengorbankan kesehatan. Menikmati kue bukan masalah, selama masyarakat sadar porsi, memperhatikan gula, dan tidak menjadikan camilan sebagai menu utama sepanjang hari.
Pada akhirnya, pengendalian sederhana seperti membatasi kue, memperbanyak buah, dan minum air putih cukup bisa membuat perayaan tetap menyenangkan. Dengan langkah itu, masyarakat tetap dapat merasakan nikmatnya sajian lebaran tanpa perlu menanggung efek berlebih pada tubuh setelah momen silaturahmi usai.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy