Menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, warga Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, Depok, kembali menghidupkan tradisi khas Betawi: Potong Kebo Andil. Tradisi ini menjadi penanda kebersamaan warga sekaligus cara merawat warisan budaya yang telah lama dikenal di Depok tempo dulu.
Potong Kebo Andil dilakukan dengan mekanisme sederhana namun penuh makna: warga patungan untuk membeli seekor kerbau secara kolektif. Setelah dana terkumpul, kerbau disiapkan untuk disembelih tiga hari menjelang hari raya. Dagingnya kemudian dibagikan agar bisa dimasak sebagai lauk Lebaran di rumah masing-masing.
Lurah Boponter, Adi Supriadi, menyampaikan bahwa tradisi patungan ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar urusan konsumsi, tetapi juga bentuk gotong royong yang nyata di lingkungan warga.
“Alhamdulillah tahun ini kami bersama warga kembali motong kebo andil, ini bagian dari upaya menjaga warisan budaya Betawi,” kata Adi Supriadi saat menyampaikan keterangan pada Jumat (20/3/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa tradisi masih punya tempat di tengah perubahan gaya hidup warga kota.
Prosesi potong kerbau dilakukan di area kelurahan dan melibatkan unsur warga dari berbagai RT dan RW. Selain pembagian daging, kegiatan ini biasanya menjadi ajang temu sapa, koordinasi warga, sekaligus memperkuat rasa saling mengenal antar tetangga yang kadang “terlalu sibuk untuk sekadar menyapa” di hari biasa.
Adi menambahkan, Potong Kebo Andil merupakan praktik budaya yang sering dijumpai pada masa lalu di Depok. Karena itu, upaya merawat tradisi dipandang penting agar tidak hilang ditelan zaman. Bagi warga, menjaga tradisi sama artinya menjaga identitas, bukan sekadar mengulang kebiasaan lama.
Di sisi sosial, kegiatan ini ikut membangun sinergi antara perangkat lingkungan dan masyarakat. Adi berharap kebersamaan yang terbangun melalui tradisi ini dapat mempererat silaturahmi serta kolaborasi warga, khususnya menjelang momentum hari raya yang identik dengan saling memaafkan dan memperkuat ikatan keluarga.
Kegiatan seperti Potong Kebo Andil juga sering dipandang sebagai cara berbagi yang terasa lebih merata. Karena daging dibagikan untuk dimasak bersama keluarga, warga dapat merasakan manfaat langsung dari patungan yang mereka lakukan. Model gotong royong ini membuat kebutuhan Lebaran terasa lebih ringan, tanpa harus menunggu “diskon dadakan” yang biasanya cuma ada di iklan.
Dengan tradisi yang kembali dijalankan, warga Boponter berharap Potong Kebo Andil tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya. Selain menjaga budaya Betawi, tradisi ini menguatkan pesan bahwa Lebaran bukan hanya soal menu di meja, tetapi juga tentang kebersamaan yang dibangun dari kerja kolektif.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy