Program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali terasa dampaknya di Kota Depok. Pada pekan ketiga Ramadan 1447 Hijriah, sebanyak 1.386 paket sembako bersubsidi kualitas premium habis dibeli warga berpenghasilan rendah di Kecamatan Pancoran Mas dan Bojongsari.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Widyati Riyandani, menjelaskan OPADI merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menahan gejolak harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri. Momentum ini kerap membuat permintaan meningkat sehingga belanja rumah tangga ikut terdorong naik.
Menurut Widyati, kenaikan kebutuhan pangan menjelang Lebaran biasanya berdampak langsung pada biaya belanja. Karena itu, pemerintah menghadirkan OPADI agar masyarakat memiliki akses belanja yang lebih terjangkau dengan kualitas bahan pokok yang tetap baik.
Komposisi paket OPADI dirancang untuk kebutuhan dasar dapur: 3 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng premium, 1 kilogram tepung terigu, dan 1 kilogram gula pasir. Jika dihitung, nilai paket mencapai Rp96.700.
Namun, pemerintah provinsi memberikan subsidi sebesar Rp56.700 per paket. Dengan subsidi ini, warga hanya perlu membayar Rp40.000 untuk mendapatkan paket sembako tersebut. Skema harga ini menjadi alasan utama OPADI cepat diserbu, terutama bagi keluarga yang harus mengatur belanja harian dengan ketat.
Penyaluran dilakukan melalui sistem by order. Perangkat kelurahan mengakomodasi penjualan agar warga tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor kecamatan. Skema ini juga membantu mengatur antrean dan memastikan pembelian lebih tepat sasaran sesuai sasaran masyarakat berpenghasilan rendah.
Widyati menilai mekanisme tersebut membuat distribusi lebih rapi, sekaligus memudahkan kontrol di lapangan. Selain itu, koordinasi dengan aparat wilayah meminimalkan risiko penumpukan massa dan mempercepat proses penebusan paket.
Dari sisi penerima manfaat, warga Bojongsari bernama Sukarto mengaku sangat terbantu. Ia menilai OPADI memberi kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga rendah namun kualitas premium, sehingga pengeluaran jelang Lebaran terasa lebih ringan.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Wali Kota program OPADI sangat memudahkan kami, bisa belanja bahan pokok dengan harga murah,” ujarnya. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut karena dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan ludesnya 1.386 paket, OPADI dinilai menjadi salah satu instrumen yang efektif untuk menjaga daya beli dan membantu stabilisasi harga di tingkat rumah tangga. Di saat harga sering “ikut-ikutan naik” menjelang Lebaran, OPADI menjadi pengingat bahwa intervensi yang tepat bisa membuat warga tetap punya ruang bernapas di dompetnya.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy