Program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan kembali digelar dan kali ini memberangkatkan sekitar 3.000 pemudik dari Terminal Jatijajar, Depok. Keberangkatan dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026, dengan dukungan puluhan armada bus yang disiapkan untuk mengantar peserta ke sejumlah kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera.
Pelepasan peserta dilakukan oleh Inspektur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Djarot Tri Wardhono. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat agar bisa pulang kampung dengan biaya yang lebih ringan, tetapi juga mengurangi penggunaan sepeda motor yang memiliki tingkat risiko tinggi untuk perjalanan jarak jauh.
Terminal Jatijajar menjadi salah satu titik keberangkatan penting dalam penyelenggaraan mudik gratis tahun ini. Dari lokasi tersebut, Kemenhub menyiapkan 76 bus untuk mengangkut para peserta. Jumlah penumpangnya disebut mencapai kurang lebih 3.000 orang, angka yang menunjukkan tingginya minat warga terhadap moda mudik yang lebih aman dan terorganisasi.
Rute yang dilayani cukup beragam. Untuk wilayah Sumatera, bus diberangkatkan menuju Lampung, Bengkulu, Padang, dan Palembang. Sementara di jalur Pulau Jawa, peserta diarahkan ke kota-kota seperti Purwokerto, Sragen, Jepara, Surabaya, dan beberapa daerah lain. Cakupan tujuan ini memperlihatkan bahwa program tidak hanya fokus pada kota besar, tetapi juga berupaya menjangkau kebutuhan perantau dari berbagai wilayah.
Bagi banyak warga, program seperti ini menjadi solusi yang sangat membantu di tengah tingginya biaya perjalanan saat musim Lebaran. Dengan fasilitas yang disediakan pemerintah, pemudik tidak perlu menanggung ongkos transportasi sendiri secara penuh. Di saat yang sama, perjalanan mereka juga menjadi lebih tertib karena seluruh peserta berangkat dalam sistem yang sudah dijadwalkan.
Djarot menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi pesan utama dari penyelenggaraan mudik gratis ini. Ia berharap seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan selamat hingga para peserta bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan tenang. Harapan itu terasa penting mengingat musim mudik selalu identik dengan kepadatan, kelelahan, dan risiko di jalan.
Selain memberi pesan kepada peserta, Djarot juga mengingatkan kru bus untuk menjaga kondisi fisik dan patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas selama perjalanan. Menurutnya, kelancaran mudik tidak hanya ditentukan oleh jumlah armada atau kesiapan terminal, tetapi juga oleh disiplin para pengemudi dan kru dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Melalui keberangkatan ribuan penumpang dari Terminal Jatijajar, program mudik gratis Kemenhub kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung arus mudik nasional. Bukan sekadar menyediakan kursi di bus, program ini juga menjadi cara pemerintah menghadirkan perjalanan yang lebih aman, lebih terjangkau, dan lebih manusiawi bagi warga yang ingin pulang ke rumah saat Lebaran.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy