Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar talkshow kesehatan bertema “Utak Atik Otak: Umur Panjang Hidup Sehat” sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan otak. Program ini disiarkan langsung melalui Radio Malowopati FM pada Jumat, 13 Maret 2026, hasil kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika dengan Dinas Kesehatan.
Talkshow tersebut dipandu oleh host Lia Yunita dan menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bojonegoro dr. Lucky Imroah serta dokter spesialis saraf RSUD Sumberrejo dr. M. Nauval Marom, Sp.N. Keduanya membahas fungsi otak, jenis gangguan yang perlu diwaspadai, hingga langkah sederhana untuk menjaga kesehatan organ vital tersebut.
Dalam pemaparannya, dr. Nauval menjelaskan bahwa otak merupakan pusat koordinasi seluruh aktivitas tubuh manusia. Peran otak sangat besar, mulai dari kesadaran, gerak tubuh, hingga kemampuan mengingat dan memproses informasi. Karena itu, gangguan pada otak dapat berdampak serius, tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga kecacatan yang memengaruhi kualitas hidup seseorang.
Ia juga menegaskan perbedaan antara gangguan saraf dan gangguan kejiwaan. Menurutnya, dokter spesialis saraf menangani gangguan yang bersifat organik atau berkaitan dengan struktur tubuh, seperti stroke, tumor otak, infeksi, cedera kepala, dan gangguan metabolik seperti diabetes. Sementara gangguan kejiwaan umumnya ditangani psikiater karena lebih berkaitan dengan fungsi otak tanpa kerusakan struktur yang jelas.
Lebih lanjut, dr. Nauval menekankan bahwa kesehatan otak dapat dijaga dengan aktivitas yang melatih kemampuan berpikir. Membaca, misalnya, dinilai baik untuk meningkatkan kemampuan kognitif karena melibatkan proses membayangkan, memahami, dan mencerna informasi secara lebih mendalam dibanding hanya melihat tayangan video.
Senada dengan itu, dr. Lucky Imroah menjelaskan bahwa kesehatan otak juga sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial dan aktivitas yang merangsang pikiran. Ia mengingatkan bahwa otak perlu terus dilatih agar tetap aktif dan tidak cepat mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Jadi, otak itu bukan barang pajangan yang cukup dibersihkan setahun sekali.
Menurut dr. Lucky, cara menajamkan pikiran bisa dilakukan lewat belajar, menghafal, berdiskusi, dan berani mengambil keputusan. Aktivitas-aktivitas tersebut menjadi semacam latihan yang membantu otak tetap bekerja optimal dan tidak mudah menurun. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan semacam ini penting dibangun sejak dini, bukan baru dipikirkan saat mulai sering lupa menaruh kunci.
Melalui talkshow ini, Pemkab Bojonegoro berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan otak harus dimulai sedini mungkin. Langkah-langkah sederhana seperti memenuhi nutrisi seimbang, tidur cukup, rutin berolahraga, aktif bersosialisasi, dan terus menggunakan kemampuan berpikir dinilai sangat penting agar kualitas hidup dapat tetap terjaga hingga usia lanjut.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy