Pemkab Bojonegoro Cairkan Bansos Rp14,15 Miliar Jelang Lebaran

Pemkab Bojonegoro Cairkan Bansos Rp14,15 Miliar Jelang Lebaran
Pemkab Bojonegoro Cairkan Bansos Rp14,15 Miliar Jelang Lebaran

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menyalurkan bantuan sosial atau bansos kepada ribuan keluarga rentan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Total anggaran yang dicairkan pada Maret 2026 mencapai Rp14,15 miliar dan disalurkan melalui Dinas Sosial untuk delapan kelompok sasaran penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo menjelaskan bahwa data penerima bansos dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang dicairkan benar-benar tepat sasaran dan sampai kepada warga yang memang membutuhkan perhatian sosial dari pemerintah daerah.

Menurut Agus, pencairan bansos menjelang Lebaran diharapkan bisa meringankan beban keluarga rentan saat kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Ia juga menyebut, jika masih ada penerima yang belum terakomodasi pada tahap ini, pemerintah daerah membuka kemungkinan pencairan lanjutan melalui perubahan APBD.

Delapan jenis bantuan yang disalurkan meliputi bansos bagi anak yatim, anak piatu, dan anak yatim piatu terlantar non-panti dengan sasaran 3.006 anak, masing-masing menerima Rp1,5 juta. Kemudian bantuan untuk penyandang cacat berat bagi 1.644 orang, bantuan untuk penderita penyakit kronis bagi 1.729 orang, serta bantuan bagi eks ODGJ untuk 263 orang, semuanya dengan nilai Rp1,5 juta per penerima.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga menyalurkan bantuan sosial untuk disabilitas produktif kepada 34 orang sebesar Rp2 juta per penerima. Ada pula bantuan bagi korban tindak kekerasan yang menyasar 18 orang, keluarga anak terlantar sebanyak 19 orang, serta bantuan untuk lansia tunggal, lansia sebatang kara, dan penyandang disabilitas yang menjangkau 6.739 orang dengan nilai Rp900 ribu per penerima.

Jika dirinci, total anggaran terbesar berada pada bantuan untuk anak yatim dan anak piatu non-panti sebesar Rp4,509 miliar, disusul bansos untuk lansia tunggal dan penyandang disabilitas sebesar Rp4,043 miliar. Sementara itu, bantuan untuk penyandang cacat berat mencapai Rp2,496 miliar dan bantuan penyakit kronis sebesar Rp2,593 miliar.

Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan keluarga rentan mendapatkan perlindungan sosial. Ia menilai kepala desa memiliki posisi strategis dalam penyediaan data yang akurat agar penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran. Dalam urusan bantuan sosial, data yang rapi itu ibarat alamat rumah saat kurir datang: salah satu angka saja, paket kebaikan bisa nyasar.

Salah satu penerima manfaat, Munir, wali dari Sultan Mahmud Hidayatullah asal Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima. Ia mengaku bansos untuk anak piatu sangat membantu keluarga mereka. Pemkab Bojonegoro pun berharap pencairan bansos ini memberi manfaat nyata dan berkah bagi para penerima menjelang Lebaran.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy