Kodam XIX/Tuanku Tambusai menunjukkan dukungan langsung terhadap program pemulihan kawasan hutan dengan mengawal peresmian Reforestasi Tahap I di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Selasa, 3 Maret 2026. Kegiatan berlangsung di lahan eks sawit Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam agenda rehabilitasi ekosistem TNTN tahun 2026, dengan cakupan awal seluas 2.574 hektare. Program ini disebut sebagai bagian dari target pemulihan yang lebih besar hingga 66.704 hektare sampai tahun 2028, sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor untuk menjamin keberlanjutan pelaksanaannya.
Kehadiran Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur Forkopimda menegaskan peran TNI AD, khususnya satuan kewilayahan, dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait penertiban kawasan hutan. Dukungan itu tidak hanya berbentuk simbolis, tetapi juga diwujudkan dalam pengamanan dan pengawalan langsung di lapangan.
Dalam konteks TNTN, pengamanan dipandang penting karena proses reforestasi bersinggungan dengan penataan lahan, relokasi masyarakat secara persuasif, dan penegakan aturan. Kodam XIX/TT menempatkan dirinya sebagai bagian dari sinergi agar seluruh tahapan berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Acara dihadiri Menteri Kehutanan RI, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, unsur Polri, Kejaksaan, kementerian teknis, pemerintah Provinsi Riau, dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, dengan total undangan sekitar 300 orang. Kehadiran banyak lembaga menunjukkan kompleksitas penanganan pemulihan kawasan hutan yang membutuhkan koordinasi kuat.
Rangkaian kegiatan dimulai dari kedatangan rombongan Menteri Kehutanan menggunakan dua helikopter di helipad lokasi. Setelah sesi sambutan, pemerintah memaparkan pendekatan pemulihan yang menggabungkan penegakan hukum berbasis restorative justice, relokasi masyarakat bertahap dan terverifikasi, serta penataan kepastian hukum lahan agar status kawasan benar-benar jelas.
Sebagai penanda dimulainya tahap reforestasi, dilakukan launching penanaman pohon secara simbolis oleh tamu VVIP dan undangan pada pukul 09.45 WIB. Disebutkan sebanyak 2.000 bibit pohon, antara lain jenis kulim, pulai, trembesi, dan mahoni, ditanam pada lahan seluas 400 hektare yang telah dikembalikan kepada negara.
Dalam pelaksanaannya, Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Korem 031/Wira Bima dan satuan kewilayahan berperan aktif memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung kondusif. Kolaborasi TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi faktor utama yang mendukung kelancaran kegiatan dari awal hingga selesai.
Seluruh agenda dilaporkan berakhir sekitar pukul 10.10 WIB dalam kondisi aman dan tertib, lalu rombongan menteri kembali menuju Pekanbaru. Kegiatan ini menegaskan bahwa peran Kodam XIX/TT tidak terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap program strategis nasional di bidang pelestarian lingkungan dan pemulihan ekosistem hutan.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy