Studi Tur Purposeful Kids ke Samapta Polda Sulut, Anak Kenal Turjawali

Studi Tur Purposeful Kids ke Samapta Polda Sulut, Anak Kenal Turjawali
Studi Tur Purposeful Kids ke Samapta Polda Sulut, Anak Kenal Turjawali

Belajar soal polisi ternyata bisa dibuat menyenangkan, apalagi jika langsung melihat peralatan dan aktivitasnya dari dekat. Itulah yang dialami kelompok belajar anak The Purposeful Kids saat melakukan studi tur ke Direktorat Samapta Polda Sulawesi Utara, Selasa (10/3/2026).

Kunjungan edukatif ini digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Korps Sabhara Polri ke-74. Fokus kegiatannya adalah mengenalkan tugas dan fungsi kepolisian, khususnya unit Samapta yang identik dengan patroli, pengamanan, hingga bantuan penanganan situasi darurat.

Selama tur, anak-anak diajak berkeliling mengenal fasilitas dan perlengkapan yang digunakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka mendapatkan penjelasan tentang penjagaan pos, pola patroli, serta bagaimana polisi merespons kejadian di lapangan.

Berbagai kendaraan operasional juga diperlihatkan, mulai dari mobil, sepeda motor, hingga sepeda patroli. Anak-anak dikenalkan bahwa patroli bukan sekadar “berkeliling”, tetapi bagian dari pencegahan agar situasi tetap aman sebelum masalah muncul.

Tak hanya urusan patroli, peserta juga diperkenalkan pada perlengkapan Search and Rescue (SAR). Petugas menjelaskan fungsi mobil SAR untuk evakuasi korban di lokasi sulit, termasuk teknik rappelling yang dipakai ketika medan berupa jurang atau titik tinggi.

Sesi lain yang membuat mata anak-anak berbinar adalah pengenalan alat pengendalian massa. Mereka melihat langsung perlengkapan seperti baju anti huru-hara dan kendaraan water cannon, sambil dijelaskan bahwa alat tersebut digunakan untuk pengamanan situasi tertentu, bukan untuk “menakut-nakuti” warga.

Momen paling “favorit kamera” terjadi saat anak-anak berfoto bersama anjing pelacak K9 bernama Dona yang berusia dua tahun. Informasi yang disampaikan petugas menyebut Dona pernah membantu menemukan belasan jenazah dalam peristiwa longsor di Pulau Siau pada 9 Januari 2026.

Selain melihat alat, anak-anak juga dikenalkan dengan konsep Turjawali—singkatan dari pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli. Ini adalah rangkaian tugas yang menjadi tulang punggung layanan kepolisian untuk menjaga keamanan sehari-hari.

Direktur Samapta Polda Sulut Kombes Pol Moh. Zamroni menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini penting agar anak-anak memahami peran polisi sejak dini, sekaligus melihat Polri dari sisi yang humanis dan bersahabat.

Dari pihak orang tua, salah satunya Frida Tamaraw dari Minahasa Utara, menyebut pengalaman ini berharga dan sulit dilupakan. Harapannya, kegiatan edukatif semacam ini dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta menghormati profesi yang bekerja menjaga keamanan publik.

Kalau ada yang bertanya pelajaran hari itu apa, jawabannya sederhana: polisi bukan cuma seragam dan sirene—tetapi juga pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kerja tim. Dan ya, juga K9 yang bikin anak-anak susah move on dari sesi foto.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy