Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Bapokting Awal Ramadan 1447

Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Bapokting Awal Ramadan 1447
Satgas Pangan Polda Kalsel Pantau Bapokting Awal Ramadan 1447

Memasuki awal Ramadan 1447 H, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Selatan melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Antasari, Banjarmasin, Senin (23/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar saat permintaan masyarakat biasanya meningkat.

Kegiatan lapangan tersebut dipimpin AKP Hotman Mangasi Purba. Ia didampingi personel Satgas Pangan lainnya, yakni AKP Muhammad Rezky, Brigadir Willy P Lumban T, Brigadir Derissa Anggita Pebrianti, Brigadir Raka Gilang Wira Darmawan, Briptu Fahmi Mubarak, dan Briptu Muhammad Akbar Perdana.

Tim menyusuri sejumlah titik penjualan di dalam pasar, kemudian berdialog dengan pedagang untuk memperoleh data terkini. Cara ini dipilih agar informasi yang dikantongi tidak sekadar berbasis laporan, melainkan mencerminkan kondisi transaksi harian di lapangan.

Dari hasil pengecekan, beberapa komoditas terpantau stabil atau cenderung aman. Beras premium berada di Rp15.400 per kilogram dan disebut sesuai HET, sementara beras medium berada pada rentang Rp12.000–Rp14.000 per kilogram dan dilaporkan di bawah HET. Cabai keriting Rp35.000 per kilogram, telur ayam ras Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000–Rp36.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000–Rp40.000 per kilogram juga terpantau sesuai HET dengan stok yang disebut aman.

Untuk daging sapi, pedagang menjual pada kisaran Rp140.000 per kilogram. Tim mencatat stok masih aman dan pedagang tidak menjual daging sapi beku, sehingga transaksi yang berlangsung berfokus pada daging segar.

Namun, Satgas Pangan juga menemukan komoditas yang mengalami kenaikan. Cabai rawit merah berada di rentang Rp80.000–Rp85.000 per kilogram dan tercatat di atas HET, meski pasokannya disebut masih tergolong aman. Sementara daging ayam ras berada pada Rp42.000–Rp44.000 per kilogram, dengan temuan bahwa stok berkurang dan harga beli dari distributor ikut tinggi.

Komoditas lain yang tercatat berada di atas HET antara lain gula pasir Rp18.000 per kilogram, Minyak Goreng Rakyat (Minyakita) Rp18.000 per liter, serta kedelai Rp14.000 per kilogram. Meski demikian, untuk beberapa item tersebut, stok di lapangan masih dikategorikan aman.

Menanggapi temuan itu, AKP Hotman menegaskan pemantauan akan dilakukan berkala dan koordinasi dengan instansi terkait akan diperkuat, termasuk dengan Dinas Perdagangan dan Bulog. Fokusnya adalah mencegah lonjakan lebih lanjut, terutama pada komoditas yang sudah melampaui HET.

“Kami mengimbau para pedagang untuk tidak menimbun barang dan menjual dengan harga wajar. Masyarakat juga diharapkan dapat berbelanja secara bijak. Satgas Pangan Polda Kalsel akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan pasokan aman dan harga terkendali selama Ramadhan,” ujar Hotman.

Pemantauan rutin ini diposisikan sebagai langkah perlindungan konsumen. Selain menjaga ketertiban di sektor pangan, pengawasan juga diarahkan untuk menutup ruang praktik merugikan, seperti spekulasi harga, permainan pasokan, maupun penimbunan saat kebutuhan masyarakat sedang tinggi.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy