Suasana Tahun Baru Imlek 2577 terasa padat di Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang. Sejak hari sebelumnya hingga siang Selasa (17/2/2026), arus jemaat datang bergantian untuk menjalankan sembahyang dan rangkaian ritual tradisi.
Pengurus klenteng, Soey Hong, menyebut jumlah pengunjung selama perayaan diperkirakan berada di kisaran 5.000 sampai 7.000 orang. Mereka tidak datang serentak, tetapi mengisi waktu sepanjang hari agar pelaksanaan ibadah tetap tertib.
Rangkaian sembahyang umumnya dimulai dari menyalakan dan membakar hio sebagai tanda penghormatan sekaligus penyampaian doa. Setelah itu jemaat melakukan sujud dan berpindah dari altar ke altar sesuai urutan yang berlaku di klenteng.
Dalam prosesi tersebut, umat berdoa terlebih dahulu kepada Tian sebagai wujud pengagungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya mereka melanjutkan penghormatan kepada Buddha, lalu kepada dewa-dewa yang dipuja di ruang utama klenteng.
Di dalam Boen Tek Bio sendiri terdapat sekitar 15 patung dewa yang menjadi bagian dari tradisi peribadatan. Karena itu, waktu sembahyang setiap orang bisa berbeda-beda, bergantung pada urutan altar yang didatangi dan lamanya mereka memanjatkan doa.
Soey Hong menjelaskan isi doa tidak diseragamkan. Anak muda kerap memohon kelancaran urusan jodoh dan masa depan, sementara pelaku usaha biasanya meminta rezeki, kesehatan, serta kelancaran bisnis sepanjang tahun.
Perayaan tahun ini juga diwarnai pemaknaan “Tahun Kuda Api”. Menurutnya, simbol api yang bertemu api dibaca sebagai pertanda tantangan yang menuntut kehati-hatian. Karena itu, umat diingatkan untuk lebih rajin beribadah dan menjaga sikap dalam keseharian.
Selain aspek kewaspadaan, Kuda Api juga dianggap membawa energi kompetisi, terutama dalam dunia usaha. Keberuntungan dipercaya lebih berpihak kepada mereka yang bergerak cepat, bekerja profesional, dan tetap tekun mengejar target.
Aktivitas ibadah di klenteng diperkirakan berlanjut hingga hari ketiga perayaan Imlek. Setelah itu, rangkaian penutup biasanya hadir lewat tradisi Cap Go Meh dua pekan kemudian, yang sekaligus menjadi momen menjaga harmoni dan kerukunan warga lintas latar belakang di Tangerang.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy