Koramil Nusa Penida menurunkan personel untuk membantu pengamanan dan mendukung kelancaran Lomba Bulan Bahasa Bali yang digelar di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Keterlibatan aparat ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Bulan Bahasa Bali yang setiap tahun didorong sebagai ruang penguatan identitas budaya daerah. Tahun ini, peserta berasal dari kalangan pelajar dan perwakilan masyarakat dari berbagai desa di wilayah Nusa Penida.
Berbagai jenis lomba digelar untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Bali. Di antaranya lomba nyurat aksara Bali, membaca puisi Bali, dan pidato berbahasa Bali yang menekankan kemampuan bahasa sekaligus pemahaman nilai budaya lokal.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan warga yang cukup tinggi. Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa agenda kebudayaan seperti Bulan Bahasa Bali masih mendapat tempat penting di tengah perubahan zaman dan arus modernisasi.
Danramil Nusa Penida, Mayor Inf Suparno Hadi, menjelaskan bahwa keterlibatan personel Koramil merupakan bentuk dukungan TNI-AD terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga kearifan lokal. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tugas lembaga budaya, tetapi juga membutuhkan dukungan bersama.
Selain membantu pengamanan di lokasi, personel Koramil juga berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan lancar. Koordinasi ini penting agar peserta dapat mengikuti lomba dengan nyaman tanpa kendala teknis di lapangan.
Mayor Suparno menilai Bulan Bahasa Bali memiliki makna strategis karena tidak hanya menjaga eksistensi bahasa daerah, tetapi juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Melalui kegiatan semacam ini, pelajar dapat belajar mencintai budaya sendiri sejak dini.
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali sendiri merupakan agenda rutin yang didorong Pemerintah Provinsi Bali sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk aparat kewilayahan, kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang pembinaan budaya yang hidup dan relevan bagi masyarakat Bali.
Kehadiran Koramil dalam acara budaya ini juga memperlihatkan sinergi positif antara unsur pemerintah, panitia, dan aparat di tingkat kecamatan. Kolaborasi tersebut memperkuat pesan bahwa pelestarian bahasa dan sastra daerah adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy