Pemulihan akses transportasi di wilayah terdampak bencana Sumatra Barat terus dikebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau progres pembangunan jembatan bailey di Kabupaten Agam dengan harapan jalur penghubung tersebut segera kembali bisa digunakan.
Pemantauan dilakukan secara virtual dari Polda Sumatra Utara, bersamaan dengan agenda pelepasan bantuan kemanusiaan. Meski tidak hadir langsung di lokasi, Kapolri menyebut pengecekan progres lapangan menjadi prioritas agar hambatan teknis cepat terdeteksi.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga berinteraksi dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa personel kepolisian bersinergi dengan warga dan pihak terkait untuk mempercepat pekerjaan, sehingga akses yang terputus dapat segera tersambung kembali.
Jembatan bailey yang dibangun berada di dua titik, yakni Subarang Aia dan Sawah Laweh. Pembangunan di titik-titik tersebut ditujukan sebagai solusi cepat untuk menggantikan akses yang rusak akibat bencana.
Kapolri menyampaikan harapannya agar jembatan bisa segera beroperasi. Bagi masyarakat setempat, terbukanya jalur penghubung bukan hanya soal perjalanan harian, tetapi juga menyangkut distribusi barang, layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi yang sempat tersendat.
Selain mempercepat mobilitas, keberadaan jembatan bailey juga dipandang penting untuk mendukung aliran bantuan logistik. Ketika akses pulih, distribusi kebutuhan dasar ke wilayah-wilayah terdampak dapat berjalan lebih lancar dan terukur.
Kapolri menautkan langkah ini dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar negara terus hadir bagi warga yang terdampak bencana. Dalam konteks itu, bantuan tidak hanya berupa paket logistik, tetapi juga kerja pemulihan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan paling nyata.
Ia menyebut upaya pascabencana mencakup menjaga distribusi bantuan tetap berjalan dan menuntaskan perbaikan fasilitas yang rusak, termasuk jembatan. Pada saat yang sama, penanganan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) juga terus didorong di sejumlah lokasi.
Kapolri menegaskan kolaborasi menjadi kunci. Polri bekerja bersama TNI serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan pemulihan berjalan searah, dari penanganan darurat hingga fase rehabilitasi.
Dengan pemantauan rutin dan percepatan pekerjaan di lapangan, pembangunan jembatan bailey di Agam diharapkan segera selesai. Target akhirnya jelas: akses pulih, aktivitas sosial kembali bergerak, dan roda perekonomian warga Sumbar dapat berputar lebih cepat.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy