Jaro Ade Berangkatkan Santri Bogor ke Gontor dengan Dukungan Pemkab

Jaro Ade Berangkatkan Santri Bogor ke Gontor dengan Dukungan Pemkab
Jaro Ade Berangkatkan Santri Bogor ke Gontor dengan Dukungan Pemkab

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade melepas keberangkatan santri dan santriwati asal Kabupaten Bogor menuju Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Jumat 27 Maret 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong, dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, para pembimbing, guru, serta ikatan alumni Gontor wilayah Bogor.

Dalam pelepasan tersebut, tiga bus diberangkatkan pada gelombang pertama. Pemerintah Kabupaten Bogor turut memberikan dukungan berupa bantuan bekal perjalanan bagi para santri. Keterlibatan pemerintah daerah menunjukkan bahwa keberangkatan para pelajar ke pesantren tidak dipandang sebagai urusan keluarga semata, tetapi juga bagian dari investasi sosial dan pendidikan bagi masa depan daerah.

Jaro Ade menyampaikan salam hormat dari Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada seluruh santri, santriwati, dan jajaran pengurus Pondok Pesantren Gontor. Ia juga mengapresiasi para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di lingkungan pesantren. Menurutnya, ilmu agama dan pembentukan karakter adalah warisan terbaik yang bisa diberikan keluarga kepada generasi berikutnya.

Dalam pesannya, Jaro Ade menekankan bahwa harta benda bisa habis atau hilang, tetapi ilmu dan tujuan hidup akan menjadi bekal yang terus melekat. Karena itu, para santri diingatkan untuk memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu sebaik mungkin. Mereka tidak hanya berangkat sebagai pelajar, tetapi juga sebagai anak-anak daerah yang membawa harapan banyak pihak.

Ia juga meminta para santri dan santriwati menjaga diri, memperkuat silaturahmi, serta menjunjung tinggi nama baik keluarga, guru, dan pesantren selama menuntut ilmu di perantauan. Pesan ini mencerminkan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya dilihat dari hasil akademik atau keagamaan, tetapi juga dari sikap, akhlak, dan kemampuan membawa diri di lingkungan baru.

Pemerintah Kabupaten Bogor mengaku bangga melihat generasi muda yang memiliki keberanian menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman. Bagi Jaro Ade, langkah seperti ini menunjukkan semangat kuat untuk belajar dan membangun masa depan. Ia berharap para santri yang berangkat saat ini kelak bisa kembali dengan bekal ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah asal mereka.

Harapan itu disampaikan secara terbuka di hadapan rombongan yang hendak berangkat. Jaro Ade ingin para santri suatu saat bukan hanya kembali sebagai lulusan pesantren, tetapi juga sebagai pribadi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bogor. Dalam logika pemerintah daerah, pendidikan semacam ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga punya kontribusi sosial yang nyata.

Acara pelepasan ditutup dengan pemberangkatan simbolis dan doa agar seluruh perjalanan berjalan aman serta penuh keberkahan. Momen ini menjadi pengingat bahwa keberangkatan para santri ke Gontor bukan sekadar perjalanan fisik dari Bogor ke pesantren, tetapi juga langkah awal menuju fase hidup yang lebih serius. Tiga bus memang yang berangkat, tetapi yang ikut dibawa sesungguhnya jauh lebih banyak: harapan orang tua, dukungan pemerintah, dan cita-cita yang baru mulai disusun.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy