Pemerintah Kota Depok mulai memperkuat kualitas infrastruktur jalan melalui pengaspalan Jalan Tanah Baru di Kecamatan Beji dengan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Proyek ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperbaiki konektivitas jalan yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas warga.
Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menjelaskan bahwa pekerjaan overlay tersebut merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dengan demikian, proyek ini bukan semata program rutin daerah, melainkan bagian dari intervensi yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas jalan daerah di berbagai kota.
Ruas yang ditangani dimulai dari Simpang Moh. Kafi hingga Simpang Sawangan dengan panjang sekitar 4.057 meter. Selain itu, terdapat tambahan pekerjaan di Jalan Curug Agung sepanjang 63 meter. Jika digabungkan, total panjang jalan yang ditangani mencapai sekitar 4.120 meter atau kurang lebih 4,1 kilometer, dengan lebar jalan bervariasi antara 5 hingga 7,5 meter.
Skala pekerjaan ini cukup penting karena Jalan Tanah Baru merupakan salah satu jalur yang aktif dilalui masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman. Dalam urusan jalan, peningkatan beberapa kilometer memang terdengar teknis, tapi bagi warga yang melintas setiap hari, itu bisa berarti perjalanan yang lebih mulus dan lebih sedikit drama kendaraan oleng kena lubang.
Menurut Yodi, pekerjaan sudah dimulai sejak 10 Februari 2026 dan ditargetkan selesai pada April 2026. Artinya, proyek ini dirancang agar rampung dalam waktu yang relatif singkat sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Penyelesaian cepat menjadi penting karena proyek jalan seperti ini biasanya bersinggungan langsung dengan aktivitas harian warga dan potensi kepadatan lalu lintas.
Tidak hanya fokus pada pengaspalan, kegiatan ini juga mencakup penanganan titik-titik longsor di sepanjang jalur yang dikerjakan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan batu untuk memperkuat struktur jalan. Langkah ini menunjukkan bahwa proyek tidak hanya mengejar lapisan aspal baru di permukaan, tetapi juga memperhatikan kestabilan badan jalan agar ketahanannya lebih baik dalam jangka panjang.
Dari sisi pembiayaan, nilai kegiatan ini mencapai Rp5.826.390.000 dan seluruhnya bersumber dari APBN. Pemerintah daerah melihat dukungan tersebut sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap kualitas jalan daerah, khususnya di Kota Depok. Dalam konteks fiskal, bantuan seperti ini cukup berarti karena memungkinkan daerah menangani ruas prioritas tanpa sepenuhnya membebani anggaran lokal.
Proyek pengaspalan Jalan Tanah Baru juga menjadi bagian dari Instruksi Presiden Jalan Daerah. Dalam skema ini, pemerintah pusat memberikan dukungan pendanaan, sementara pemerintah daerah mengusulkan lokasi prioritas yang perlu ditangani. Model seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan yang efektif tidak selalu harus berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa lebih kuat jika pusat menyiapkan anggaran dan daerah tahu persis titik mana yang paling mendesak diperbaiki.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy