Perhimpunan Indonesia Tionghoa atau INTI Kota Sukabumi menggelar kegiatan donor darah pada 15 Maret 2026 di Sekretariat INTI, Danalaga Square. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Kota Sukabumi sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan stok darah, terutama saat bulan Ramadan ketika jumlah pendonor biasanya menurun.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Sukabumi. Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana hadir meninjau langsung jalannya kegiatan dan menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar INTI yang dinilai telah berkontribusi nyata membantu kebutuhan darah di daerah.
Menurut Bobby Maulana, kegiatan seperti ini sangat penting karena PMI kerap menghadapi penurunan stok darah secara signifikan selama Ramadan. Sementara itu, kebutuhan darah untuk pasien rumah sakit tidak ikut berpuasa dan tetap harus tersedia kapan pun dibutuhkan.
INTI Kota Sukabumi menjelaskan bahwa jumlah peserta donor darah kali ini mencapai 275 orang. Angka tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, termasuk dari kalangan pendonor yang tetap bersedia ikut meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Perwakilan INTI Kota Sukabumi, Budiyanto, mengatakan kegiatan donor darah ini bukan hanya soal seremoni tahunan, tetapi juga wujud kepedulian sosial yang ingin terus dirawat. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama agar agenda kemanusiaan seperti ini tetap hidup dan memberi manfaat lebih luas.
Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyiapkan doorprize. Strategi ini dilakukan agar suasana kegiatan lebih hangat dan mampu menarik lebih banyak orang untuk terlibat. Ya, kadang niat awal datang karena ingin bantu sesama, lalu pulang sambil berharap nomor undian juga ikut berjodoh. Tidak salah, yang penting darahnya tetap jadi penyelamat orang lain.
Kolaborasi antara INTI dan PMI Kota Sukabumi menjadi contoh bahwa organisasi masyarakat memiliki peran besar dalam mendukung kebutuhan publik. Ketika komunitas, pemerintah, dan lembaga kemanusiaan saling terhubung, dampaknya bisa langsung terasa, terutama dalam kondisi ketika persediaan darah sedang rawan berkurang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat. Tidak hanya pada momentum tertentu, tetapi menjadi kebiasaan sosial yang dilakukan secara rutin. Sebab pada akhirnya, satu kantong darah yang disumbangkan hari ini bisa menjadi alasan seseorang tetap punya kesempatan hidup esok hari.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy