Komitmen Kabupaten Sumedang untuk menjadi daerah yang ramah lansia kembali ditegaskan dalam pelantikan pengurus Lembaga Lansia Indonesia Kabupaten Sumedang yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di Gedung Negara Sumedang. Momentum yang berlangsung pada Senin, 6 April 2026, itu menjadi penanda bahwa isu lanjut usia mulai ditempatkan lebih serius dalam arah pembangunan daerah.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa pembangunan ke depan harus memberi perhatian utuh kepada kelompok lanjut usia agar mereka tetap sehat, bahagia, bermartabat, dan memiliki ruang untuk terus beraktivitas. Menurutnya, negara harus hadir memastikan lansia tidak tersisih dari pelayanan dan fasilitas publik yang layak.
Dony menekankan bahwa pendekatan pembangunan tidak boleh hanya fokus pada kelompok usia produktif. Ia mengingatkan bahwa perhatian pemerintah harus mencakup seluruh siklus hidup manusia, dari lahir hingga lanjut usia. Karena itu, pelayanan kepada lansia dipandang bukan sebagai pelengkap, tetapi bagian utuh dari tanggung jawab negara dalam menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga.
Dalam pandangan bupati, lansia bukan beban pembangunan. Sebaliknya, mereka adalah aset sosial yang menyimpan pengalaman, kebijaksanaan, dan nilai-nilai penting yang bisa menjadi sumber inspirasi. Pesan ini penting, karena cara pandang terhadap lansia sering kali masih terjebak pada asumsi bahwa mereka hanya kelompok yang perlu dibantu, padahal mereka juga bisa terus diberdayakan.
Ketua LLI Kabupaten Sumedang, Zaenal Alimin, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung penuh visi Sumedang ramah lansia. Ia menegaskan bahwa LLI hadir sebagai wadah untuk mengorganisir potensi lansia agar tetap aktif dan bermanfaat. Organisasi ini juga mengajak para lansia untuk mengisi masa usia lanjut dengan kegiatan positif, produktif, dan penuh amal kebaikan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan LLI memiliki dasar hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998. Dengan landasan itu, upaya mendorong kesejahteraan lansia diharapkan tidak berjalan sporadis, melainkan lebih terstruktur dan berkelanjutan. Artinya, perhatian kepada lansia tidak cukup dengan rasa hormat simbolik, tetapi perlu diikuti sistem yang benar-benar bekerja.
Dukungan juga datang dari Ketua LLI Provinsi Jawa Barat, Nu’man Abdul Hakim. Ia menegaskan bahwa lansia harus dilihat sebagai kekuatan, bukan kelompok yang terpinggirkan. Dengan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat, kualitas hidup lansia menurutnya harus menjadi prioritas dalam kebijakan daerah. Kalau orang hidup makin panjang, ya logikanya bukan cuma angka usianya yang naik, tapi mutu hidupnya juga harus ikut dijaga.
Melalui pelantikan pengurus LLI dan penguatan komitmen pemerintah daerah ini, Sumedang mencoba menunjukkan bahwa pembangunan yang beradab adalah pembangunan yang tidak melupakan kelompok lanjut usia. Jika perhatian terhadap lansia benar-benar diterjemahkan ke dalam kebijakan, fasilitas, dan ruang partisipasi yang nyata, maka Sumedang punya peluang besar menjadi contoh daerah yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menghormati warganya sampai usia senja.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy