Kedai ADO Presisi Palembang Jadi Ruang Curhat Ojol, Kapolri Turun Langsung

Kedai ADO Presisi Palembang Jadi Ruang Curhat Ojol, Kapolri Turun Langsung
Kedai ADO Presisi Palembang Jadi Ruang Curhat Ojol, Kapolri Turun Langsung

Di Palembang, sebuah kedai bisa berubah fungsi menjadi ruang komunikasi publik. Itu terlihat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendatangi Kedai Ado Presisi di Lorok Pakjo, Sabtu malam (7/3/2026), setelah rangkaian Safari Ramadan.

Kedatangan Kapolri bukan agenda seremonial yang sekadar foto bersama. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara langsung dengan komunitas pengemudi ojek online, mendengar cerita lapangan, serta menyerap aspirasi yang selama ini muncul dalam rutinitas kerja mereka.

Kapolri didampingi pejabat utama Mabes Polri. Di lokasi, ia meninjau fasilitas yang disiapkan kedai sebagai pusat aktivitas Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan. Fasilitasnya cukup lengkap: ruang pertemuan indoor-outdoor, ruang istirahat driver, hingga bengkel motor khusus mitra ojol.

Menariknya, Kedai Ado Presisi berdiri di lahan sekitar 199 meter persegi. Dahulu tempat itu merupakan sekretariat ADO Sumsel, lalu dikembangkan menjadi area berkumpul dan berinteraksi bagi pengemudi ojol dan komunitas lainnya. Kedekatannya dengan Ditlantas Polda Sumsel juga membuatnya strategis sebagai titik koordinasi sosial.

Dalam obrolan santai, Kapolri berinteraksi dengan perwakilan driver dari berbagai aplikator: Gojek, Grab, Maxim, hingga Shopee. Keragaman aplikasi ini memperlihatkan bahwa isu yang dibicarakan tidak hanya milik satu platform, melainkan kebutuhan kolektif para pekerja transportasi daring.

Pembahasan banyak mengarah pada keamanan bekerja, terutama saat malam hari. Para driver menyampaikan pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan, termasuk situasi rawan ketika menerima order pada jam sepi, atau ketika harus masuk ke area yang kurang penerangan.

Kapolri menegaskan tujuan kunjungan tersebut adalah mendengar langsung, bukan sekadar menerima laporan berjenjang. Ia mengungkapkan bahwa kedai ini dikenal sering dipakai sebagai tempat berkumpul driver, sehingga ia ingin mengecek sekaligus berdialog mengenai kebutuhan yang bisa dibantu kepolisian.

Ia menyampaikan bahwa berbagai masukan itu akan menjadi bahan evaluasi. Beberapa poin, menurutnya, perlu dikoordinasikan lebih lanjut di tingkat pusat agar ada perbaikan kebijakan dan penguatan dukungan, terutama yang menyangkut keselamatan dan ketertiban di ruang publik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyerahkan 50 paket bantuan untuk komunitas ojol yang hadir. Bantuan ini menjadi simbol perhatian, sekaligus penguatan kedekatan institusi kepolisian dengan pekerja sektor informal yang berperan penting dalam perputaran ekonomi harian.

Lewat kunjungan ini, Kedai ADO Presisi tampak berfungsi sebagai jembatan komunikasi: komunitas bisa menyampaikan aspirasi, kepolisian bisa membaca realitas lapangan. Jika kemitraan seperti ini konsisten dijaga, keamanan kerja driver bukan lagi sekadar harapan, tetapi bisa menjadi agenda yang ditangani bersama.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy