Dinas Kesehatan Kota Depok memastikan layanan kesehatan untuk masyarakat tetap berjalan selama masa cuti bersama dan libur Idulfitri 1447 Hijriah. Untuk mendukung kebutuhan warga pada periode tersebut, sebanyak 11 UPTD Puskesmas disiagakan agar tetap melayani kasus kegawatdaruratan dan persalinan sepanjang hari.
Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori, menjelaskan bahwa puskesmas yang disiagakan memberikan layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar atau PONED, termasuk layanan kegawatdaruratan selama 24 jam. Keputusan ini diambil agar masyarakat tetap memiliki akses ke pertolongan medis dasar saat sebagian besar aktivitas pemerintahan dan pelayanan umum memasuki masa libur.
Dengan skema tersebut, warga yang mengalami kondisi darurat kesehatan tidak perlu khawatir kehilangan akses layanan hanya karena kalender merah. Kehadiran puskesmas siaga juga penting untuk ibu hamil yang membutuhkan pertolongan persalinan sewaktu-waktu. Bayi tentu tidak mengenal jadwal cuti bersama, jadi layanan kesehatan juga tidak bisa ikut libur total.
Selain melalui puskesmas, masyarakat yang menghadapi situasi gawat darurat juga dapat menghubungi Public Safety Center atau PSC 119 Kota Depok melalui saluran telepon 021-119. Layanan ini menjadi jalur penting bagi warga yang membutuhkan bantuan cepat dan ingin memperoleh arahan penanganan awal atau dukungan evakuasi medis.
Sebelas puskesmas yang disiagakan tersebar di berbagai wilayah Kota Depok, yakni Cilodong, Sukmajaya, Cimanggis, Tapos, Bojongsari, Cinere, Beji, Pancoran Mas, Ratu Jaya, Kedaung, dan Limo. Sebagian di antaranya juga mencantumkan nomor kontak yang dapat dihubungi langsung oleh masyarakat jika membutuhkan informasi atau koordinasi layanan lebih lanjut.
Penyebaran titik layanan ini mencerminkan upaya Dinkes Depok untuk memastikan akses kesehatan tetap terjangkau bagi warga di berbagai kecamatan. Dengan adanya beberapa puskesmas yang tetap aktif, masyarakat tidak harus selalu bergantung pada rumah sakit untuk kondisi tertentu yang masih dapat ditangani di level pelayanan primer.
Kebijakan siaga selama libur Lebaran juga menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan merupakan sektor yang harus tetap berjalan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Pada masa hari raya, potensi keluhan kesehatan bisa datang dari berbagai arah, mulai dari kelelahan perjalanan, penyakit mendadak, hingga kebutuhan persalinan yang tidak bisa ditunda.
Melalui pengaktifan 11 puskesmas dan dukungan PSC 119, Pemkot Depok ingin memastikan warga tetap merasa aman selama masa libur Idulfitri. Dengan layanan yang terus berjalan, masyarakat diharapkan dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang karena tahu bahwa fasilitas kesehatan tetap siap membantu kapan pun dibutuhkan.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy