Bitcoin Bertahan di Atas US$70.000, Tapi Data Glassnode Tunjukkan Investor Masih Gencar Menjual

Bitcoin
Bitcoin

Harga Bitcoin (BTC) sempat melesat dan bertahan di kisaran US$70.000, tetapi aktivitas jual di jaringan masih terlihat kuat. Data on-chain dari Glassnode menunjukkan hampir semua kelompok dompet kembali berada dalam fase distribusi (lebih banyak menjual daripada membeli), dengan tekanan terbesar datang dari investor ritel.

Indikator Accumulation Trend Score Glassnode turun ke sekitar 0,04, level yang menandakan distribusi bersih terjadi secara luas. Skor ini berada pada rentang 0–1: semakin mendekati 1 berarti akumulasi kuat, sedangkan semakin mendekati 0 berarti pasar sedang didominasi aksi jual.

Jika dirinci, dompet kecil yang memegang 1–10 BTC yang sering diasosiasikan dengan individu—disebut menjadi pendorong utama tren jual. Kelompok 10–100 BTC juga masih melepas kepemilikan dalam laju yang berarti. Bahkan dompet besar berisi 1.000 BTC ke atas tercatat sebagai penjual bersih, meski intensitasnya lebih rendah dibanding kelompok kecil.

Meski demikian, Bitcoin dinilai menunjukkan ketahanan relatif terhadap tekanan makro. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) berada di atas 99,5, imbal hasil US Treasury 10 tahun naik ke kisaran 4,2% (tertinggi sekitar sebulan), sementara Brent diperdagangkan di sekitar US$100 per barel—kombinasi yang biasanya menjadi hambatan bagi aset berisiko. Namun BTC masih mampu “menambatkan” harga di sekitar US$70.000 selama beberapa sesi.

Sejumlah pelaku pasar menilai konflik geopolitik—terutama ketegangan di sekitar Selat Hormuz—berpotensi membuat volatilitas meningkat. Quinn Thompson dari Lekker Capital, misalnya, menilai situasi dapat tetap sangat tegang dan memicu gelombang fluktuasi lanjutan ketika pihak-pihak terkait semakin terdesak.

Di luar faktor geopolitik, kekhawatiran lain muncul dari sektor keuangan, termasuk isu likuiditas di private credit. Morgan Stanley dilaporkan membatasi penarikan pada North Haven Private Income Fund setelah permintaan redemption melonjak, memicu perhatian pasar terhadap kondisi kredit privat.

Sementara itu, sebagian analis menilai “penggerak utama” kripto belakangan ini bergeser dari narasi suku bunga ke energi dan geopolitik—dengan harga minyak menjadi variabel yang semakin dominan dalam pergerakan aset global.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy