Kepolisian Daerah Sumatera Utara resmi memulai pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Toba 2026. Kesiapan itu ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Kamis, 12 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya memastikan perjalanan mudik berjalan aman dan tertib.
Dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, Polda Sumut mengerahkan total 11.002 personel gabungan. Kekuatan tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan lain yang dilibatkan untuk mendukung pengamanan Lebaran di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Jaladri menjelaskan bahwa selain menurunkan personel, pihaknya juga menyiapkan 164 posko. Rinciannya terdiri dari 90 pos pengamanan, 63 pos pelayanan, dan 11 pos terpadu. Setiap pos memiliki fungsi berbeda, mulai dari pengamanan jalur, pelayanan laporan masyarakat, hingga koordinasi antarlembaga di titik strategis.
Menurutnya, pos pengamanan bertugas menjaga keamanan para pemudik, baik yang masuk ke Sumatera Utara maupun yang keluar dari wilayah tersebut. Sementara pos pelayanan disiapkan tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga menerima keluhan atau laporan warga selama masa mudik. Adapun pos terpadu diisi lintas instansi yang bekerja bersama dalam pengamanan arus perjalanan.
Polda Sumut juga telah memetakan prediksi puncak arus mudik dan arus balik. Jaladri menyebut lonjakan mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret serta 17–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 25–28 Maret 2026. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, pembatasan kendaraan truk bertonase berat juga akan diberlakukan mulai H-3 Lebaran.
Beberapa wilayah rawan kemacetan turut menjadi perhatian khusus. Salah satunya kawasan Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan yang menurut pengalaman tahun lalu beberapa kali mengalami kemacetan. Untuk mengantisipasi hal serupa, Polda Sumut mengirim tambahan satu pleton personel beserta kendaraan roda dua guna membantu penguraian arus bila kepadatan kembali terjadi.
Pengamanan juga diperkuat di kawasan wisata dan penyeberangan yang berpotensi padat, seperti Parapat dan Ajibata. Di lokasi penyeberangan Ajibata, petugas akan ditempatkan setiap 20 meter untuk membantu mengatur antrean kendaraan. Bahkan di wilayah Karo, jajaran kepolisian diminta lebih tegas mencegah penumpang menaiki bagian atas kendaraan demi menekan risiko kecelakaan. Lebaran memang identik dengan perjalanan panjang, tapi jangan sampai semangat pulangnya lebih tinggi dari standar keselamatannya.
Apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dan diikuti unsur Polri, TNI, Basarnas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Brimob, BPBD Sumut, serta pihak terkait lainnya. Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolda, pengamanan juga difokuskan pada tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara. Seluruh jajaran diminta mewaspadai kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, konflik kelompok, dan dampak cuaca ekstrem, sekaligus mengoptimalkan layanan 110 agar masyarakat memperoleh bantuan yang cepat dan responsif.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy