Pemerintah Kota Tangerang mempercepat penanganan saluran air yang bermasalah di kawasan Neglasari dengan melakukan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Iskandar Muda. Langkah ini dilakukan setelah saluran dinilai tidak berfungsi optimal dalam beberapa waktu terakhir dan memicu kekhawatiran genangan saat musim hujan.
Penanganan tersebut difokuskan pada pemulihan jalur aliran air yang tertutup timbunan sampah, sedimentasi, hingga bangunan warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang menilai kondisi ini perlu segera dibenahi agar air hujan tidak tertahan dan memperparah kerusakan badan jalan di sekitarnya.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, menjelaskan bahwa normalisasi bukan sekadar pekerjaan rutin, tetapi juga bentuk respons cepat terhadap aduan masyarakat. Keluhan warga menjadi salah satu pemicu percepatan pekerjaan di ruas jalan tersebut.
Menurutnya, tim di lapangan saat ini melakukan pengerukan material yang menyumbat saluran serta membuka kembali drainase yang tertutup atau bahkan sudah tidak terlihat jalurnya. Dengan begitu, fungsi pengaliran air diharapkan kembali normal dan risiko genangan bisa ditekan.
Upaya ini juga memiliki tujuan jangka menengah, yakni mencegah kerusakan jalan yang berulang. Ketika saluran air tidak bekerja, limpasan air cenderung menggenang di badan jalan dan mempercepat penurunan kualitas permukaan aspal, terutama pada periode hujan dengan intensitas tinggi.
Pemkot Tangerang menegaskan bahwa penanganan di Jalan Iskandar Muda merupakan bagian dari rangkaian pekerjaan yang lebih luas. Selain Neglasari, sejumlah ruas lain juga masuk daftar perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur drainase maupun jalan di beberapa kecamatan.
Beberapa lokasi yang turut disebut sedang ditangani antara lain Jalan Poris Indah di Cipondoh, Jalan Husein Sastranegara di Benda, Jalan Ahmad Dahlan di Ciledug, Jalan Aryasantika di Karawaci, Jalan Pajajaran di Jatiuwung, Jalan Raya Bayur di Periuk, Jalan Kali Pasir, Jalan Kaveleri Pemda, serta Jalan Halim Perdanakusuma di Batuceper.
Langkah simultan di banyak titik ini menunjukkan pendekatan preventif yang sedang diupayakan pemerintah kota. Alih-alih menunggu genangan besar terjadi, perbaikan dilakukan lebih awal untuk menjaga daya dukung infrastruktur perkotaan selama musim penghujan berlangsung.
Ke depan, keberhasilan normalisasi drainase di Neglasari akan sangat bergantung pada kesinambungan pemeliharaan dan dukungan warga sekitar, terutama dalam menjaga saluran tetap bersih dan tidak tertutup bangunan. Jika aliran air kembali lancar, dampaknya tidak hanya pada pengurangan genangan, tetapi juga umur jalan yang lebih panjang.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy