Gerakan Pangan Murah Bojonegoro Ramai, Warga Antre Meski Hujan Turun

Gerakan Pangan Murah Bojonegoro
Gerakan Pangan Murah Bojonegoro

Pendopo Malowopati dan kawasan Jalan Mas Tumapel tampak lebih hidup dari biasanya pada Jumat, 20 Februari 2026. Di tengah agenda refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, warga datang bukan hanya untuk meramaikan acara, tetapi juga untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Langit mendung dan rintik hujan tidak mengurangi langkah masyarakat. Payung-payung terbuka di sepanjang area kegiatan, namun antrean tetap mengular. Banyak pengunjung datang dengan tujuan jelas: mendatangi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, bersamaan dengan bazar UMKM.

Sejak sore, alur keluar-masuk pengunjung terlihat padat. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang singgah sepulang bekerja. Suasananya seperti pasar dadakan, tetapi lebih tertata karena warga fokus pada dua titik utama: lapak sembako di GPM dan stan-stan produk lokal dari pelaku UMKM.

Di lokasi, Bupati Setyo Wahono meninjau langsung kegiatan. Ia menekankan bahwa GPM dan bazar UMKM disiapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan puasa ketika harga bahan pokok cenderung bergerak naik.

Menurut Setyo, Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga menguatkan nilai kepedulian dan semangat berbagi. Karena itu, pemerintah sengaja menggelar bazar UMKM agar perputaran ekonomi lokal tetap bergerak, sekaligus memberi panggung lebih luas bagi UMKM Bojonegoro untuk tumbuh dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar.

Bagi banyak warga, GPM menjadi magnet utama. Di bawah gerimis, Suzayanah tetap sabar menunggu giliran demi mendapatkan paket sembako berharga miring. Antrean bergerak pelan, namun tertib, karena setiap orang ingin pulang membawa barang yang paling dibutuhkan untuk dapur.

Warga lain, Hidayah, mengaku merasakan manfaat langsung dari intervensi harga ini. Ia menyebut kegiatan seperti GPM membuat kebutuhan sehari-hari lebih aman, apalagi ketika memasuki bulan puasa harga sembako sering naik dan terasa memberatkan.

“Alhamdulillah, Gerakan Pangan Murah ini sangat membantu kami mencukupi kebutuhan dapur sehari-hari, apalagi harga sembako naik saat bulan puasa. Semoga kegiatan ini bisa terus diselenggarakan dan dinikmati semua masyarakat Bojonegoro,” ungkap Hidayah, seraya berharap program serupa tidak berhenti hanya pada satu kesempatan.

Kombinasi GPM dan bazar UMKM membuat acara ini terasa lengkap: yang membutuhkan bahan pokok terbantu, sementara pelaku usaha kecil punya ruang untuk bertemu pembeli baru. Di saat cuaca kurang bersahabat, antusias warga justru menjadi penanda bahwa program stabilisasi harga dan dukungan UMKM masih sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari di Bojonegoro.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy