Meta dikabarkan kembali melirik pasar jam tangan pintar setelah sempat mundur beberapa waktu. Proyek smartwatch yang dulu ramai disebut-sebut kini disebut hidup lagi, dengan rencana peluncuran sebelum akhir tahun jika pengembangannya berjalan sesuai arah perusahaan.
Menurut laporan dari sumber industri, Meta mengaktifkan kembali proyek internal berkode “Malibu 2”. Kembalinya proyek ini memberi sinyal bahwa Meta ingin memperluas lini wearable-nya, di luar produk yang sudah lebih dulu kuat seperti headset VR dan kacamata pintar.
Isu smartwatch Meta sebenarnya bukan hal baru. Pada awal 2021, rumor pengembangan pernah mencuat, termasuk dugaan penggunaan sistem berbasis Android open-source. Bahkan sempat beredar wacana desain dengan kamera yang bisa dilepas dan beberapa sensor, meski detailnya tidak pernah benar-benar dikonfirmasi resmi.
Namun, pada 2022 prioritas Meta berubah. Perusahaan disebut mengalihkan fokus ke perangkat lain, sehingga proyek jam tangan pintar ikut melambat. Pada fase itu, perhatian Meta lebih banyak tertuju pada inisiatif yang dianggap lebih strategis untuk ekosistem realitas virtual dan augmented reality.
Jika “Malibu 2” benar-benar melaju, smartwatch ini disebut akan membawa Meta AI serta fitur kesehatan terhubung yang lebih canggih. Artinya, jam tangan tidak hanya menjadi aksesori notifikasi, tetapi juga perangkat pendamping aktivitas harian yang bisa memantau aspek kesehatan dan kebugaran pengguna.
Meski demikian, kacamata pintar tetap disebut sebagai prioritas jangka panjang Meta. Perusahaan saat ini dikabarkan mengembangkan beberapa model kacamata baru yang mengarah ke augmented atau mixed reality, mempertegas strategi Meta di lini perangkat yang menempel di tubuh namun berorientasi pengalaman visual.
Ada alasan ekonomi di balik strategi “berhenti lalu jalan lagi” ini. Divisi Reality Labs pernah melakukan pengetatan biaya besar-besaran, termasuk gelombang pemangkasan karyawan. Dalam beberapa komunikasi kepada investor, Mark Zuckerberg juga menegaskan fokus pada produk-produk tertentu, terutama kacamata terhubung.
Dengan konteks tersebut, comeback smartwatch dapat dibaca sebagai dua hal sekaligus: upaya kembali bersaing di pasar wearable yang kompetitif, dan sinyal bahwa Meta mulai merasa cukup siap untuk memperluas portofolio di luar fokus utama kacamata pintar.
Untuk saat ini, detail final seperti desain, sistem operasi, atau jadwal pasti masih berada di ranah laporan awal. Namun, jika rilis akhir tahun benar terjadi, “Malibu 2” berpotensi menjadi langkah penting Meta untuk menambah titik sentuh pengguna di ekosistem perangkat terhubung.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy