Brussels Soroti Meta, Diduga Hambat Chatbot Pesaing di WhatsApp

Ilustrasi Uni Eropa
Ilustrasi Uni Eropa

Ketegangan baru muncul antara Komisi Eropa dan Meta terkait WhatsApp. Regulator di Brussels dikabarkan menaruh perhatian pada dugaan praktik yang dapat menghambat layanan kecerdasan buatan pihak ketiga untuk terintegrasi atau beroperasi di platform tersebut. Kekhawatiran utamanya adalah “penguncian pasar” asisten AI, terutama bila WhatsApp dianggap hanya memberi ruang yang nyaman bagi Meta AI milik perusahaan sendiri.

Menurut rangkaian informasi yang beredar, persoalan ini bermula dari perubahan ketentuan penggunaan WhatsApp untuk solusi profesional atau business. Otoritas Eropa menilai perubahan yang diumumkan beberapa bulan sebelumnya dan mulai berlaku pada 15 Januari berpotensi membuat akses pesaing menjadi lebih terbatas secara efektif. Di titik inilah Komisi Eropa membuka penyelidikan sejak 4 Desember, karena pasar AI dinilai bergerak cepat dan dampak pembatasan bisa terjadi lebih cepat daripada proses hukum selesai.

Pada 9 Februari, Komisi Eropa disebut merilis “pandangan awal” yang mengarah pada kemungkinan pelanggaran aturan persaingan. Wakil Presiden Eksekutif Teresa Ribera menekankan bahwa tindakan cepat penting agar kerusakan pada ekosistem kompetisi tidak menjadi permanen. Karena itu, Komisi juga membuka opsi langkah sementara untuk menjaga agar akses pesaing ke WhatsApp tetap tersedia selama penyelidikan berjalan.

Bagi Meta, ini jelas menjadi sorotan besar karena WhatsApp memiliki posisi yang sangat kuat di banyak negara Eropa. Jika akses integrasi AI dipersempit, efeknya bukan hanya pada satu produk, tetapi bisa memengaruhi arah inovasi dan pilihan konsumen. Perusahaan pun memberikan respons defensif. Dalam pernyataan yang dikutip dari laporan Reuters, Meta menyatakan tidak ada alasan bagi intervensi Eropa terkait API WhatsApp Business. Mereka juga menegaskan bahwa asisten AI lain masih bisa diakses melalui toko aplikasi atau kemitraan industri.

Kasus ini belum masuk putusan final, tetapi sinyalnya tegas: Uni Eropa ingin memastikan platform pesan yang besar tidak menjadi “gerbang” yang hanya menguntungkan satu pemain AI saja. Jika langkah sementara benar-benar diterapkan, itu akan menjadi contoh lain bagaimana Brussels mencoba mengatur persaingan di ranah teknologi sebelum perubahan pasar terlanjur terkunci.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy