AS Desak Relokasi 40 Persen Produksi Chip Taiwan, Taipei Tegaskan Tidak Realistis

Gambar ilustrasi. Chip
Gambar ilustrasi. Chip

Ketegangan geopolitik di sektor semikonduktor kembali mencuat setelah Amerika Serikat mendorong Taiwan memindahkan sekitar 40 persen kapasitas produksi chip ke wilayah AS. Pemerintah Taiwan menilai permintaan tersebut sulit diwujudkan secara teknis maupun logistik karena kompleksitas ekosistem industri yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Wakil Perdana Menteri Taiwan Cheng Li-chiun secara tegas menolak tekanan tersebut. Ia menegaskan industri semikonduktor Taiwan bukan sekadar pabrik produksi, tetapi jaringan terpadu yang melibatkan riset, manufaktur, rantai pasok, hingga tenaga ahli yang tidak mudah dipindahkan ke negara lain dalam waktu singkat.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyebut relokasi sebagian besar produksi chip sebagai langkah strategis demi keamanan nasional. Washington menilai ketergantungan pada manufaktur semikonduktor yang dekat dengan wilayah China berisiko bagi stabilitas teknologi dan ekonomi global.

Meski kedua pihak baru menandatangani kesepakatan perdagangan yang menurunkan tarif ekspor Taiwan dari 20 persen menjadi 15 persen, Taipei tetap bersikap hati-hati terhadap relokasi besar-besaran. Taiwan menegaskan tetap terbuka untuk kerja sama teknologi dan investasi, namun tidak ingin kehilangan basis utama industrinya.

Pemerintah Taiwan menyatakan kapasitas produksi domestik akan terus ditingkatkan melalui pengembangan pabrik baru, fasilitas pengemasan chip, serta proyek teknologi lanjutan. Langkah ini bertujuan menjaga posisi Taiwan sebagai pusat semikonduktor global tanpa harus memindahkan inti industri ke luar negeri.

Di sisi lain, Amerika Serikat dikabarkan mempertimbangkan tekanan tambahan jika target relokasi tidak tercapai. Bahkan muncul wacana kenaikan tarif hingga 100 persen terhadap produk tertentu sebagai bentuk dorongan kebijakan industri strategis.

Taiwan tetap menekankan pendekatan kolaboratif dibanding relokasi paksa. Pemerintahnya menyatakan siap berbagi pengalaman dalam pembangunan kawasan industri teknologi di AS, namun akar produksi chip tetap akan dipertahankan di dalam negeri demi stabilitas industri jangka panjang.

Persoalan ini mencerminkan pentingnya industri semikonduktor dalam persaingan teknologi global. Chip menjadi komponen vital bagi berbagai sektor mulai dari elektronik konsumen hingga pertahanan, sehingga keputusan relokasi produksi tidak hanya berdampak ekonomi tetapi juga geopolitik.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy