Program Gampang Kerja Tangerang Turunkan Pengangguran, Ribuan Terserap Kerja

Program Gampang Kerja Tangerang Turunkan Pengangguran, Ribuan Terserap Kerja
Program Gampang Kerja Tangerang Turunkan Pengangguran, Ribuan Terserap Kerja

Pemerintah Kota Tangerang menutup satu tahun pelaksanaan program ketenagakerjaan “Gampang Kerja” dengan catatan yang dinilai menggembirakan. Di tengah persaingan pasar kerja yang ketat, program ini disebut membantu memperlebar akses kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

Menurut Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, angka pengangguran terbuka pada 2025 tercatat 5,88 persen. Angka tersebut turun dibandingkan 2024 yang berada di 5,92 persen, sehingga penurunannya disebut terjadi secara signifikan dalam setahun terakhir.

Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut mendukung pelaksanaan program. Ia menilai “Gampang Kerja” berjalan efektif karena tidak hanya fokus pada pendataan pencari kerja, tetapi juga menyiapkan jalur penempatan yang lebih nyata.

Salah satu strategi yang paling terasa dampaknya adalah perluasan kegiatan Job Fair. Selama setahun, Pemkot Tangerang mencatat 2.034 pencari kerja berhasil terserap melalui rangkaian job fair yang digelar, sekaligus menjadi ruang temu langsung antara perusahaan dan kandidat.

Selain job fair, jalur bursa kerja melalui sekolah dan lembaga vokasi juga diperkuat. Pada 2025, Pemkot Tangerang melaporkan penyaluran 6.206 pencari kerja melalui 116 Bursa Kerja Khusus (BKK), sehingga peluang kerja tidak hanya bergantung pada satu kanal.

Program ini juga mendorong peningkatan kualitas lewat skema pemagangan dan penguatan pengalaman kerja. Disnaker menyebut ada 430 calon pekerja profesional yang mengikuti program On The Job Training (OJT) di 11 perusahaan, sebagai upaya memperpendek jarak antara kesiapan kandidat dan kebutuhan industri.

Dengan pola tersebut, “Gampang Kerja” tidak diposisikan semata sebagai agenda seremonial perekrutan, melainkan sebagai ekosistem layanan. Warga mendapatkan akses informasi lowongan, proses seleksi yang lebih terbuka, hingga peluang pengembangan kompetensi melalui pelatihan berbasis kebutuhan perusahaan.

Pemkot Tangerang berharap capaian ini bisa menjadi pijakan untuk tahun berikutnya. Fokusnya bukan hanya mempertahankan tren penurunan, tetapi mempercepat penyerapan tenaga kerja baru, terutama bagi anak muda dan pencari kerja yang ingin masuk sektor profesional.

Ke depan, program ini ditargetkan berjalan lebih maksimal agar penurunan angka pengangguran terbuka dapat berlanjut. Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan perusahaan, lembaga pendidikan, dan komunitas ketenagakerjaan untuk menjaga keberlanjutan hasil yang sudah dicapai.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy